Timor Tengah Selatan, TRIBRATA TV
Kontingen Polres Timor Tengah Selatan (TTS) tampil memukau dalam Pagelaran Budaya Bhayangkara Kupang Exotic Festival 2025 yang digelar Polda NTT di Jalan El Tari Kupang pada Sabtu (28/6/2025) kemarin.
Kontingan Polres TTS sebanyak 40 orang dipimpin langsung Kapolres AKBP Sigit Harimbawan dan Kasat Intelkam Iptu Junedi Lian berbusana adat lengkap motif Nunkolo dan Amanatun Selatan.
Kepada media AKBP Sigit Harimbawan menjelaskan pagelaran budaya ini melibatkan kontingen dari seluruh Polres jajaran Polda NTT. “Polres TTS mengusung tema ‘Fatu Atonis Batu Telan Manusia’ untuk memperkenalkan budaya adat suku Timor Tengah Selatan khususnya suku Amanatun,” kata Kapolres.
Selain itu juga memperkenalkan Gunung Batu Fatu Atonis Batu Telan Manusia yang dari cerita rakyat Timor sebagai salah satu tempat sejarah sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang perlu dilestarikan.
“Kisah ini bukan sekadar dongeng, melainkan simbol keteguhan, keberanian, dan pengabdian raja suku Timor Amanatun,” tambah Kapolres.
TONTON VIDEONYA:
Kupang Exotic Festival menghadirkan 36 peserta dari berbagai suku dan etnis di NTT, termasuk beberapa perwakilan dari luar daerah, menjadikan festival ini sebagai panggung perayaan kebhinekaan dan kekayaan budaya Nusantara. Setiap penampilan menggambarkan warna-warni tradisi yang hidup di tengah masyarakat Indonesia Timur.
Dijelaskannya, tim Polres TTS menampilkan pertunjukan budaya yang penuh makna dan memukau secara visual. Brigpol Ermy Yolanda Patibani, Polwan berprestasi juga tampil memukau mengenakan kostum perpaduan tiga etnis besar di TTS yakni Amanuban, Mollo, dan Amanatun dengan konsep “tiga batu tungku” menjadi simbol persatuan, kerja sama, dan kolaborasi membangun daerah.
“Dihiasi Taka (hiasan kepala khas wanita TTS) dan miniatur Fatu Atoni, ia memerankan sosok perempuan pejuang yang mencerminkan dedikasi dan loyalitas anggota Polri dalam mengabdi pada masyarakat dan bangsa serta generasi muda TTS untuk terus dikembangkan dan di lestarikan,” ujarnya.
Selain itu Bripda Muhammad Fadli Pangestu Putra, berperan sebagai usif (raja) Amanatun, tampil gagah mengenakan busana adat lengkap khas TTS. Ia menggambarkan sosok pemimpin yang bijaksana, berwibawa, dan selalu siap melindungi masyarakat. Sebuah figur ideal bagi masyarakat adat maupun kehidupan modern.
“Penampilan mereka semakin hidup dengan Tarian Lopo Manekat, dibawakan penari-penari Polres TTS diiringi alat musik tradisional Gong Bano. Tarian ini sebagai simbol kemenangan, kedamaian, dan rasa syukur, yang biasa ditampilkan usai panen raya atau peperangan. Kini, tarian ini telah menjadi ikon budaya TTS yang ditampilkan dalam berbagai momentum seremonial dan pelestarian adat,” tutup Kapolres.
Pantauan media Pagelaran Budaya Bhayangkara Kupang Exotic Festival 2025 diselenggarakan Polda NTT bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT, Bank Indonesia dan BUMD NTT dibuka Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko dan dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni, para pejabat utama Polda NTT, Forkopimda Provinsi NTT, serta pimpinan BUMN dan BUMD dari seluruh penjuru wilayah NTT. (Efan Baitanu)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









