Kisah Jacklyn Choppers, Ditembak 11 Peluru hingga Istri Hendak Diculik

- Editorial Team

Minggu, 28 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TRIBRATA TV

Aiptu Jakaria atau lebih dikenal dengan Jacklyn Choppers sudah tidak asing didengar masyarakat Jakarta, bahkan Indonesia. Namanya terus melejit setelah terlibat penangkapan pelaku kriminal kelas kakap. Ia pun semakin dikenal karena membawa acara di televisi nasional.

Bang Jack –sapaan akrabnya– memiliki rambut gondrong pirang dan bertato. Dia memiliki ciri khas mengenakan topi ketika menangkap pelaku kriminal. Namun jangan salah, dia merupakan seorang anggota Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Bang Jack merupakan alumni bintara kepolisian pada tahun 1995 silam. Dia menjalani pendidikan Kepolisian di Lido, Sukabumi, Jawa Barat selama 11 bulan. Selesai pendidikan, Jack ditempatkan di Polres Jakarta Pusat selama 4 tahun.

“Kebetulan gue pendaftaran di Polda Metro,” ucap Jack saat ditemui di Jatanras Pola Metro Jaya, Jumat (26/6/2020).

Kemudian, Bang Jack dimutasi ke Jatanras Polda Metro Jaya pada tahun 2000 dan di sini namanya mulai terkenal. Bang Jack hampir selalu ada dalam pengungkapan kasus–kasus besar oleh Jatanras.

Di antaranya dia pernah terlibat dalam penangkapan komplotan perampok mesin pengisi ATM pada 2006. Kasus itu menggegerkan publik, sebab para pelaku berhasil membawa kabur Rp2,8 miliar di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

BACA JUGA  Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simajuntak Terima Pataka Satya Bakti Jaya

“Dalam kasus itu, ada 1 tersangka yang melarikan ke Cipacing, Rancaengkek, Bandung, Jawa Barat. Pertamanya kelompok ini sudah ditangkap dan ketika dilimpahkan tahap 2, otak perampokan ini bisa melarikan diri,” terangnya.

Pada 2007, Jatanras Polda Metro Jaya bersama jajaran Polda Jawa Barat melakukan penangkapan terhadap tersangka. Kata Bang Jack, dalam penangkapan otak pencurian uang itu sempat terjadi baku tembak, kondisinya malam hari.

Saat itu, Bang Jack tertembak. Sebelas peluru dari tersangka perampokan mengarah ke tubuhnya.

“Ada 11 peluru, 2 di jantung, 1 dekat ulu hati, 2 di dekat lambung, 2 di sebalah kanan dekat ginjal, tangan kiri 3 dan tangan 1. Tangan kiri karena hancur menyatu sama tulang akhirnya ga diangkat pelurunya. Sempat disarankan amputasi,” terangnya.

Bang Jack mengaku menolak saran untuk mengamputasi tangannya. Dia yakin Tuhan akan menjaga sebaik–baiknya.

“Karena gue berpikiran harus sembuh, anak–anak gue pada masih kecil,” ucap dia.

 
Tangkap John Kei 2 Kali

Bang Jack memiliki prinsip bahwa polisi tidak boleh takut dengan para preman atau pelaku kejahatan. Hal ini yang membuatnya tidak pandang bulu terhadap pelaku kriminal, sekalipun orang yang dihadapinya preman sadis sekelas John Refra atau John Kei.

BACA JUGA  Ditugaskan ke Papua, Parikhesit; Amanah dari Tuhan 

Pria kelahiran 2 Februari 1975 dari Tim Jatanras itu ternyata sudah dua kali menangkap John Kei. Pertama, Bang Jack ikut dalam penangkapan John Kei dalam kasus pembunuhan terhadap pemilik PT. Sanex Steel Tan Hary Tantono di Swiss Bell Hotel pada 2012 lalu.

Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 21 Juni 2020, John Kei kembali dibekuk Tim Gabungan Jatanras, Resmob, Polresta Tangerang Kota dan Polres Bekasi. Lagi–lagi, Bang Jack ada di lokasi penangkapan.

“Jadi sudah dua kali kami (Jatanras) lakukan penangkapan kepada John Kei,” kata Bang Jack.

Jack mengaku tidak ada rasa khawatir terhadap pergerakkan John Kei dan anak buahnya yang akan melakukan aksi balas dendam. Sebab, kata dia John Kei dan anak buahnya dinilai baik kalau tidak diusik.

“Pada dasarnya mereka baik. Karena masalah internal. Kita juga terangin ketika menangkap, kita dari Polda Metro Jaya menjalankan tugas, siapapun yang melanggar hukum pasti kami akan tindak juga,” tuturnya.

Kata Bang Jack, John Kei tidak melakukan perlawanan dan hanya mengikuti prosedur kepolisian untuk kembali menjalani proses hukum.
 

Suka Duka di Kepolisian

Menjadi anggota Polisi selama 24 tahun, Bang Jack merasakan suka dan duka. Selain ditembak pelaku kejahatan 11 peluru, ternyata ia juga sempat dikeroyok 40 orang ketika menyelamatkan rekannya yang dikeroyok pelaku judi.

BACA JUGA  Pengacara Muda Laeko Lapandewa Apresiasi Kinerja Polres Bursel

Sayangnya, ia tidak menceritakan secara detail lokasi pengeroyokan itu dan kapan waktunya. Yang jelas, ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo untuk dirontgen.

“Tapi gak apa–apa sampai sekarang gue masih sehat,” akunya.

Selain itu, istrinya juga hampir menjadi korban penculikan karena ketenarannya di dunia kepolisian dalam mengungkap kasus kejahatan. Beruntung, Tuhan menyayangi keluarganya hingga aksi penculikan itu pun berhasil digagalkan.

“Ya karena kita kerja ikhlas, jadi saya gak pernah berpikir yang macem–macem. Dua kali istri saya mau diculik,” tandasnya. (Red)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

‎Presiden Prabowo Copot Kepala BGN dan 2 Wakilnya
Guru di Pamekasan Rasakan Dampak TPG bagi Kesejahteraan dan Pembelajaran
GPPMI Dukung Langkah Tegas Kepala BNN RI Bongkar Jaringan Narkoba ‘Maboy’ 92 Kg Sabu
150 Ton Daging Kurban PTPN IV PalmCo Mengalir ke Pelosok Negeri
Tokoh Adat Merauke Mama Sinta Berbalik Dukung Pemerintah,Harap Ada Lapangan Kerja Dari PSN
Panen Raya Udang Vaname di BUBK Kebumen, Presiden Prabowo Dorong Proyek Produktif Nasional
Pertemuan Hangat Megawati dan Sri Sultan HB X di Kraton Jogja, Santap Malam Berlangsung 3,5 Jam
Sultan HB X Ingatkan Bahaya Pinjaman Online dan Konsumsi Berlebihan,Kebebasan Finansial Bukan Soal Belanja Tapi Menahan Diri

Berita Lainnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:49 WIB

‎Presiden Prabowo Copot Kepala BGN dan 2 Wakilnya

Senin, 1 Juni 2026 - 14:42 WIB

Guru di Pamekasan Rasakan Dampak TPG bagi Kesejahteraan dan Pembelajaran

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:30 WIB

GPPMI Dukung Langkah Tegas Kepala BNN RI Bongkar Jaringan Narkoba ‘Maboy’ 92 Kg Sabu

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:44 WIB

150 Ton Daging Kurban PTPN IV PalmCo Mengalir ke Pelosok Negeri

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:20 WIB

Tokoh Adat Merauke Mama Sinta Berbalik Dukung Pemerintah,Harap Ada Lapangan Kerja Dari PSN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!