Dihadiri Bupati Asahan, Pembukaan Kegiatan BEM Nus Ricuh

- Editorial Team

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Terlihat Bupati Asahan Taufik ZA  saat menenangkan sejumlah mahasiswa yang merangsek masuk ke lokasi.

Keterangan foto : Terlihat Bupati Asahan Taufik ZA saat menenangkan sejumlah mahasiswa yang merangsek masuk ke lokasi.

Asahan, TRIBRATA TV

Suasana pembukaan kegiatan Konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Asahan, Jumat (24/10/2025), ricuh.

Acara yang awalnya berjalan khidmat itu harus terhenti sementara usai sekelompok mahasiswa merangsek masuk ke lokasi acara, melakukan aksi penolakan dan membubarkan kegiatan di hadapan tamu undangan, termasuk Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, dan unsur Forkopimda lainnya.

Aksi ini lantas menuai sorotan dan tanggapan dari banyak pihak, terutama dari para alumni BEM Nusantara.

Mereka menilai, tindakan membubarkan acara resmi itu, tak lain organisasi mahasiswa nasional seperti BEM Nus bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencoreng citra mahasiswa sebagai kalangan intelektual yang seharusnya mengedepankan etika dan dialog.

TONTON VIDEONYA:


Dian Novita Marwa, salah seorang alumni BEM Nus, yang pernah menjabat Koordinator BEM Nus Sumatera Utara sekaligus Korda BEM Nus Asahan periode 2006–2008, menyebut tindakan kelompok mahasiswa tersebut mencederai nilai-nilai akademik.

BACA JUGA  Tangan dan Kaki Terikat, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal

Menurutnya, konsolidasi BEM Nus adalah kegiatan resmi organisasi mahasiswa yang bertujuan memperkuat koordinasi antar BEM se-Indonesia dan membahas isu-isu Kebangsaan.

“Konsolidasi ini bagian dari program kerja resmi yang digagas BEM-BEM tergabung dalam BEM Nusantara. Asahan kali ini menjadi tuan rumah kegiatan, dan tidak semestinya ada pihak luar yang datang hanya untuk mengganggu jalannya acara,” ucapnya.

Dijelaskannya, tidak semua BEM di Indonesia tergabung dalam BEM Nusantara, karena ada juga wadah lain seperti BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Perbedaan wadah dan aliansi, kata Dian, seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mengintervensi kegiatan kelompok lain.

“Kalau ada pandangan berbeda, sampaikan dalam forum akademik, bukan dengan cara-cara provokatif. Mahasiswa seharusnya jadi contoh dalam menyelesaikan perbedaan dengan cara bermartabat,” tambahnya.

Keterangan foto : Dandim 0208/AS saat berbicara dengan salah seorang massa.

Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya mempermalukan mahasiswa Asahan, tetapi juga menciptakan preseden buruk bagi dunia kampus.

BACA JUGA  Kejati Sulbar Sampaikan Bantuan Bupati Asahan untuk Pengungsi Gempa

Apalagi, sebelumnya panitia sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak yang menolak kegiatan tersebut dan menjelaskan bahwa acara ini bersifat terbuka serta difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.

“Namun, meski telah diberikan penjelasan, kelompok mahasiswa itu tetap bersikeras agar acara dibatalkan dan akhirnya memaksa masuk ke area kegiatan. Aksi itu menyebabkan suasana sempat tegang, meski panitia dan aparat keamanan berhasil menenangkan keadaan hingga acara dapat dilanjutkan kembali,” ungkap Dian.

Para alumni menilai, lanjutnya, sikap seperti itu jauh dari semangat intelektualitas dan keadaban mahasiswa. Dimana dunia kampus seharusnya menjadi ruang bagi adu ide dan gagasan, bukan tempat untuk saling menjatuhkan.

“Perbedaan itu wajar, tapi adab dan etika harus tetap dijaga. Jangan sampai tindakan emosional merusak citra mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan,” tegas Dian.

Terpisah, kepada sejumlah wartawan, Patria Sahda, salah satu pihak yang menolak kegiatan tersebut berpendapat bahwa pelaksanaan konsolidasi BEM Nus di Asahan tidak memiliki urgensi yang jelas.

BACA JUGA  Diduga Kerja di Perusahaan Scammer, Jenazah TKI Asal Asahan di Kamboja Akan Dipulangkan

Ia menilai kegiatan itu hanya bersifat seremonial dan tidak berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Menurut saya, acara ini hanya ajang silaturahmi antar-BEM di Sumatera Utara. Pertanyaannya, apa kontribusi konkret kegiatan seperti ini untuk masyarakat Asahan?,” ucap Sahdan.

Amatan di lokasi, usai kericuhan dapat diredam, kegiatan kembali dapat dilanjutkan dengan menghadirkan sejumlah pembicara. (Gondrong)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka
Pria Bugil yang Viral Terima Pesanan Online Diberi Pembinaan
Tag :

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43 WIB

Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Terbaru