Nias Selatan, TRIBRATA TV
Selama pandemik Covid-19 sedikit banyak telah proses pembelajaran di SMPN 1 Gomo Jalan Boronadu Desa Orahili Gomo Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan, Sumut.
“Kegiatan belajar mengajar sungguh terganggu sehingga menimbulkan penurunan kualitas baik keaktifan guru maupun semangat siswa untuk belajar, demikian ungkapan Kepala Sekolah SMPN 1 Gomo, Efet Aprianto Lase pada Jum’at, (22/07/2022) di ruang kerjanya.
Kalau dilihat dari profil SMPN-1 Gomo saat ini sangat tidak seimbang antara tenaga pendidik dengan jumlah siswa. Tercatat jumlah PNS 7 orang, Guru Tidak Tetap Sekolah (GTTD) 30 orang, Tenaga Teknis 3 orang, sementara jumlah murid 356 atau 12 rombongan belajar.
Menurut Kasek, sejak dihapuskannya Guru Bantu Daerah dan dilegalkanya perpindahan guru yang berstatus PNS di sekolah yang dikategorikan daerah terpencil, SMPN-1 Gomo kehabisan tenaga pengajar yang berpengalaman dan memiliki SDM mumpuni.
“Kami kekurangan guru bidang study Bahasa Inggris dan Matematika, kalaupun ada dari GTTS, belum banyak kita harapkan kemampuan mereka karena belum berpengalaman dan keterbatasan SDM yang dimiliki belum teruji,” tutur Efet Aprianto Lase.
Banyak guru berstatus PNS dulu yang bertugas disini, tetapi belum sampai 3/4 tahun sudah pindah ke daerah asal seperti Aceh, Padang maupun daerah sekitar Medan, tanpa kami ketahui sebagai kepala sekolah. “Harusnya pihak yang berkompeten meminta rokemendasi dari kami terlebih dahulu, sehingga tenaga guru spesialis tersebut tidak mudah untuk keluar,” ujarnya lagi.
Demikian juga tenaga guru dari Formasi PPPK 2020/2021, sampai saat ini belum ada yang ditugaskan di SMPN-1 Gomo, sementara Guru Bantu Daerah (GBD) sudah dihapuskan. “Kami hanya dapat membantu kesejahteraan 30 irang tambah 3 orang tenaga teknis dari Dana Operasional Sekolah (Dana Bos), jadi kami harus mengeluarkan dana kesejahteraan guru mata pelajaran dari dana Bos kurang lebih Rp35 juta setiap bulan, keadaan ini mengakibatkan kurangnya kegiatan ekstrakurikuler yang dapat merangsang minat belajar siswa,” tambahnya.
Namun, ia berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Nias Selatan atas bantuan pembangunan sarana prasarana sekolah seperti ruang kelas, WC, dan mobiler sekolah yang sudah cukup memadai. “Tinggal pagar dan pembenahan ruang guru agar lebih nyaman dalam bekerja,” tutur Efet Aprianto Lase.
Kedepan, Efet Aprianto Lase mengatakan berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran di sekolah ini untuk mengejar ketertinggalan dan mewujudkan mutu yang maksimal. (Sn. Telaumbanua)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









