Sitaro, TRIBRATA TV
Langit pagi di Desa Modisi tampak cerah ketika iring-iringan kendaraan memasuki kompleks perumahan baru yang disiapkan bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang. Di antara rombongan, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Chyntia Ingrid Kalangit, turun langsung meninjau perkembangan proyek hunian tetap, seraya menyapa para pekerja yang sibuk merapikan fasad rumah.
Kunjungan itu menjadi penanda komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap penyintas erupsi “tidak sekadar punya atap, tetapi juga rasa aman”, sebagaimana dikatakan Bupati Kalangit dalam sambutan singkatnya. Ia menegaskan, relokasi ke Modisi—sekitar 180 kilometer dari Pulau Ruang—dipilih karena kontur tanah yang stabil dan jauh dari ancaman vulkanik serupa.
Kompleks yang dibangun di atas lahan seluas hampir 10 hektare ini teratur layaknya kawasan perumahan modern: jalan berpaving, drainase tertutup, serta taman hijau direncanakan tiap blok.
“Dari kejauhan tampak seperti klaster kota besar,” ujar Harol Kalangit kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sitaro yang turut mendampingi kunjungan.
Setiap unit dirancang tahan gempa dengan fondasi cakar ayam dan rangka atap baja ringan. Material dinding menggunakan bata ringan berkualitas tinggi, sementara jendela dilengkapi kaca tempered untuk meminimalisir risiko pecah saat getaran kuat. “Standar teknisnya merujuk pada SNI bangunan tahan gempa, bahkan melebihi spesifikasi minimal,” jelas Pimpinan Pengawas Pembangunan dan juga koordinator lapangan dari konsorsium kontraktor.
Fasilitas penunjang turut dipastikan lengkap: puskesmas pembantu berkapasitas 15 tempat tidur, sekolah dasar dengan enam ruang kelas, balai desa multifungsi, serta masjid dan gereja yang berdiri berdampingan. “Kami ingin anak-anak belajar tanpa merasa terasing, dan orang tua beribadah tanpa harus menyeberang desa,” tutur Kalangit sambil meninjau ruang UKS yang sudah terisi ranjang periksa baru.
Rasa syukur terpantul dari wajah Evani, ibu dua anak yang sejak April tinggal di tenda darurat di Rusunawa Kota Bitung. “Kalau dulu malam-malam masih dengar gemuruh gunung, sekarang dengar suara jangkrik dan ombak saja,” katanya sembari menelusuri teras rumah barunya. “Sungguh luar biasa perhatian pemerintah; rumah ini lebih kuat daripada yang kami tinggalkan.”
Setelah meninjau lokasi, Bupati Kalangit berjanji proses serah terima kunci akan dipercepat sebelum musim hujan November mendatang. “Pindah tempat bukan berarti pindah hati,” ujarnya—menegaskan bahwa hubungan kultural warga Pulau Ruang tetap terjaga meski berjarak. Dengan hunian baru yang kokoh dan fasilitas memadai, Modisi diharapkan menjadi “rumah harapan” bagi para penyintas untuk menata hidup setelah bencana. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









