Sitaro, TRIBRATA TV
Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menjadi momentum penting dalam memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di wilayah kepulauan tersebut. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Hotel Jakarta Ulu Siau.
Bupati Kepulauan Sitaro yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda, Ir. Novia Tamaka, hadir langsung sekaligus menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan komitmen serius dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Dalam sambutannya, Novia Tamaka menegaskan bahwa pengawasan orang asing bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan. “Koordinasi yang solid menjadi kunci dalam memastikan pengawasan berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan globalisasi dan mobilitas manusia yang semakin tinggi menuntut kesiapsiagaan semua pihak. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antar lembaga harus terus diperkuat,” katanya.
Rapat TIMPORA ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, termasuk aparat keamanan, instansi vertikal, serta perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam mengantisipasi potensi pelanggaran keimigrasian.
Dari sisi keamanan, forum ini menjadi wadah strategis untuk berbagi informasi dan mendeteksi dini potensi ancaman yang mungkin timbul dari aktivitas orang asing. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan kedaulatan wilayah.
Sementara itu, dari perspektif pelayanan publik, pengawasan yang baik juga akan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Keberadaan orang asing yang terdata dan terpantau dengan baik akan meminimalisir potensi konflik sosial.
Novia Tamaka juga mengingatkan agar seluruh anggota TIMPORA tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. “Pengawasan harus dilakukan secara profesional tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan,” tuturnya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja pengawasan yang telah dilakukan sebelumnya. Berbagai masukan dan laporan menjadi bahan penting untuk perbaikan ke depan.

Para peserta rapat terlihat aktif berdiskusi, menyampaikan pandangan serta pengalaman di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan orang asing merupakan isu yang membutuhkan perhatian bersama.
Tidak hanya itu, rapat ini juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengawasan. Sistem informasi yang terintegrasi dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja TIMPORA.
Dari sudut pandang pembangunan daerah, pengawasan yang baik juga berdampak positif terhadap iklim investasi. Dengan situasi yang aman dan terkendali, kepercayaan investor terhadap daerah akan meningkat.
Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan ini, koordinasi antar instansi semakin solid dan respons terhadap berbagai potensi pelanggaran dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Menutup sambutannya, Novia Tamaka mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komitmen dan integritas dalam menjalankan tugas. “Mari kita bersama-sama menjaga Sitaro tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









