Diduga Sakit Ngorok, Ratusan Kerbau Mati di Merangin

- Editorial Team

Selasa, 22 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merangin, TRIBRATA TV

Ratusan ekor kerbau di Desa Muara Jernih, Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu dan Desa Rantau Panjang Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin mati diduga karena Septicaemia Epizootia (SE) atau biasa disebut penyakit ngorok.

Hingga sejauh ini diduga belum ada satupun dari pihak Kesehatan Hewan yang datang ke wilayah yang terdampak penyakit kerbau tersebut.

Salah satu warga Tabir Ulu menjelaskan, jika melihat gejalanya, kerbau-kerbau tersebut diduga terserang penyakit ngorok.

Penyebaran penyakit ini diduga karena perpindahan ternak yang sakit beberapa hari lalu pada kedua Kecamatan di Tabir Serumpun tersebut.

BACA JUGA  Sekretaris PN Sarolangun Usir Wartawan Saat Liputan Tahanan Kabur Usai Sidang

Hal sama diaminkan oleh salah satu peternak Kerbau asal Rantau Panjang Tabir. Penyebaran penyakit ini diduga karena ada perpindahan ternak ke beberapa lokasi. Ia mengimbau agar para peternak lebih memperhatikan hewan-hewan miliknya.

“Jika ada ternak yang mengalami sakit, sebaiknya tidak dikeluarkan dari kandang dan tempatkan pada kandang yang terpisah agar tidak menular pada hewan ternak lainnya,” anjurnya.

“Karena penularan penyakit SE ini juga cepat, terutama dari cairan tubuh ternak. Jadi jika ada ternak yang sakit, hendaknya dikurung di kandang saja, jangan dibawa ke padang rumput atau ke luar kandang apalagi dijual,” paparnya.

BACA JUGA  Kapolres Tanjab Barat Bagi Paket Sembako

Dikatakan warga sekaligus peternak Kerbau berkemungkinan penyakit ngorok ini terjadi karena musim hujan.

Jika kerbau belum memiliki kekebalan tubuh yang kuat terhadap penyakit ngorok dan sedang dalam kondisi ketahanan tubuh yang menurun, maka dapat terserang penyakit yang berakibat fatal.

Oleh sebab itu, masyarakat meminta kepada pihak terkait di Kabupaten Merangin segera meninjau jika perlu lakukan vaksinasi SE pada ternak kerbau warga di dua Kecamatan Tabir dan Tabir Ulu itu.

Sebab penyakit ngorok kali ini menimbulkan korban Kerbau yang sangat besar jumlahnya bila dibandingkan pada tahun tahun sebelumnya. Matinya kerbau warga mangakibatkan kerugian ekonomi yang besar terhadap masyarakat. (Fitri/ Azan)

BACA JUGA  Kesbangpol Tanjab Timur Sosialisasikan ke Pelajar Nilai-Nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka
Pria Bugil yang Viral Terima Pesanan Online Diberi Pembinaan

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43 WIB

Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Terbaru