Sitaro, TRIBRATA TV
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Siau Barat menyebabkan Danau Cinta Makalehi meluap, mengakibatkan banjir di Lindongan III Kampung Makalehi Timur. Sejumlah warga harus dievakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Tim gabungan dari Polsek Siau Barat dan Subsektor Makalehi langsung bergerak cepat dalam operasi penyelamatan. Kapospol Subsektor Makalehi, Aiptu G.J Yohanis, bersama Bripka J. Manoppo, memimpin proses evakuasi warga yang terdampak.
Dua keluarga dengan total tujuh jiwa berhasil dievakuasi dengan selamat. Keluarga Daena-Lumiwu, yang terdiri dari empat orang, saat ini mengungsi di rumah dinas Polsubsektor Makalehi. Sementara itu, keluarga Paeli-Tongka, yang berjumlah tiga orang, ditempatkan di SMA Negeri 2 Siau Barat.
Menurut keterangan Aiptu Yohanis, proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. “Kami memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak. Kami juga terus memantau situasi untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” ujarnya.
Salah satu warga yang dievakuasi, Alex Lumiwu, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian. “Kami sangat terbantu dengan gerak cepat petugas. Saat air mulai naik, kami panik dan tak tahu harus bagaimana. Syukurlah polisi segera datang,” katanya.

Banjir akibat luapan Danau Cinta Makalehi bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa tahun terakhir, kejadian serupa pernah melanda wilayah ini. Penyebab utama diduga adalah curah hujan tinggi yang membuat air danau meluap hingga ke permukiman warga.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian kini tengah melakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pengerukan sedimentasi dan peningkatan sistem drainase di sekitar danau.
Kapolsek Siau Barat, melalui laporan resminya, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan memberikan bantuan bagi warga yang terdampak. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang,” ujarnya.
Di sisi lain, banjir ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Beberapa lahan pertanian terendam, sementara akses jalan di beberapa titik mengalami kendala akibat genangan air. Para petani dan pedagang berharap ada bantuan untuk memulihkan kondisi mereka setelah bencana ini berlalu.
Selain itu, warga setempat juga mengimbau pemerintah untuk lebih serius dalam menangani permasalahan ini. “Kami butuh solusi permanen, bukan hanya evakuasi setiap kali banjir datang,” kata seorang warga.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah Makalehi masih mendung dengan potensi hujan lanjutan. Aparat kepolisian dan tim tanggap bencana terus bersiaga guna menghadapi kemungkinan situasi yang lebih buruk.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan debit air. “Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tutup Aiptu Yohanis. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








