Ambon, TRIBRATA TV
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku ke-80 pada Selasa (19/8/2025) berlangsung meriah dengan nuansa adat dan budaya. Namun, di balik gegap gempita acara, sebuah momen sederhana justru menjadi bahan perbincangan publik: pemotongan kue ulang tahun.
Dalam video yang beredar, terlihat kue berukuran besar dengan hiasan foto Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M. dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, S.Sos. Saat prosesi berlangsung, Gubernur memotong kue dengan presisi luar biasa—tepat di garis tengah yang memisahkan gambar keduanya. Sementara Wakil Gubernur tampak berdiri agak berjarak dengan Gubernur.
Potongan itu menimbulkan spekulasi di ruang publik. Banyak yang menilai, apa yang tampak sekadar seremoni justru menyimpan pesan simbolik: adanya jarak dalam hubungan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Isyarat Politik di Balik Irisan
Sejumlah analis politik lokal menilai bahwa momen pemotongan kue tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika pemerintahan provinsi. Rumor mengenai renggangnya hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur sudah lama beredar, terutama terkait perbedaan sikap dalam kebijakan strategis.
“Simbol dalam politik sering hadir dalam bentuk sederhana. Ketika potongan kue tepat membelah dua figur, publik tentu mengaitkannya dengan hubungan keduanya yang disebut-sebut tidak harmonis,” ujar seorang pengamat politik Maluku kepada TRIBRATA TV.
Publik Membaca Tanda
Bagi masyarakat, momen itu terasa janggal. Pasalnya, dalam tradisi seremoni, pemotongan kue biasanya dilakukan secara umum tanpa memperhatikan gambar di atasnya. Namun, dalam perayaan kali ini, irisan yang begitu presisi menimbulkan tafsir seolah ada pesan yang ingin disampaikan.
“Kalau kebetulan, mengapa bisa begitu presisi di antara dua tokoh? Publik wajar menduga ada simbol di baliknya,” ungkap seorang warga Ambon yang hadir dalam acara tersebut.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Provinsi Maluku belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk merespons interpretasi publik atas momen tersebut. Namun, video dan foto yang tersebar luas telah menjadi bahan diskusi di masyarakat dan media sosial, memperkuat dugaan adanya ketidakharmonisan dalam tubuh pemerintahan daerah.
Catatan Redaksi
Liputan investigatif ini tidak bermaksud menyimpulkan, namun mencoba membaca tanda-tanda politik yang muncul di ruang publik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa simbol-simbol kecil dalam seremoni kenegaraan bisa menjadi cerminan dinamika kekuasaan yang sesungguhnya. (Red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








