Tragedi KM Barcelona V.A: Ketika Janji Modernisasi Ternoda Asap dan Tangis

- Editorial Team

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minahasa Utara, TRIBRATA TV

Dalam situasi genting, kehadiran pemimpin bisa menjadi sinyal kuat ke publik bahwa negara tidak tinggal diam. Itulah yang terlihat saat Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit bersama Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, turun langsung ke lokasi evakuasi tragedi KM Barcelona V.A yang terbakar di perairan Talise, Minahasa Utara, Minggu (20/7/2025).

Alih-alih hanya menerima laporan di ruang ber-AC, kedua pejabat tinggi ini hadir di tengah proses penyelamatan, memberi dorongan moral bagi tim SAR serta menunjukkan empati nyata kepada korban dan keluarga.

“Kami ingin memastikan semua langkah penyelamatan berjalan maksimal dan semua korban mendapat penanganan cepat,” ujar Bupati Chyntia Kalangit.

Sementara itu, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado tak tinggal diam. Kepala KSOP, Kolonel Marinir Amrul Adriansyah, dalam keterangan tertulis menyatakan tiga armada bantuan segera dikerahkan: KM Barcelona III, KM Venecian, dan KM Cantika Lestari 9F. “Kami fokus pada keselamatan penumpang terlebih dahulu,” ujarnya.

BACA JUGA  Portal Satu Data, Wujudkan Data Yang Terintegrasi dan Berkualitas

Namun, di balik upaya penyelamatan, muncul pertanyaan yang mengusik: bagaimana bisa kapal modern seperti KM Barcelona V.A terbakar hebat di tengah pelayaran reguler? Kapal ini diketahui baru berusia empat tahun dan dilengkapi teknologi keselamatan standar pelayaran. Tapi insiden ini membuktikan bahwa klaim modernisasi tak selalu berbanding lurus dengan realita di lapangan.

Sejumlah keluarga korban menuntut kejelasan. Sampai berita ini diturunkan, Basarnas belum merilis identitas resmi empat korban jiwa. “Kami menunggu kabar. Tapi yang kami terima hanya simpang siur,” ucap salah satu keluarga penumpang yang menunggu di Pelabuhan Manado dengan wajah cemas.

BACA JUGA  Nasib Dua Kampung Terdampak Letusan Gunung Api Ruang Masih Menunggu Kejelasan

Yang menarik, masyarakat justru lebih dulu mengapresiasi peran nelayan lokal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tanpa alat canggih, tanpa protokol, mereka menjadi penyelamat pertama yang mengangkut penumpang yang terapung di laut. “Kalau tidak ada nelayan, entah berapa lagi korban yang jatuh,” ucap seorang penumpang selamat.

PT Surya Pasific Indonesia (SPI), pemilik kapal, kini menjadi sorotan tajam. Dengan enam kapal aktif berlayar, SPI diharapkan memberi penjelasan terbuka. Transparansi terhadap penyebab kebakaran. “Mengingat kami sebagai keluarga korban menunggu kejelasan dari pihak terkait dan pihak perusahan kapal KM Barcelona VA,”ungkap seorang keluarga korban.

Tragedi KM Barcelona V.A mencerminkan lebih dari sekadar kecelakaan laut. Ini menjadi cermin bahwa sistem keselamatan dan pengawasan pelayaran nasional masih memiliki lubang besar. Saat para pemimpin turun ke lapangan dan masyarakat bersatu dalam penyelamatan, pertanyaan kritis tetap harus dijawab: apakah ini akhir dari kelalaian, atau awal dari pembenahan? (Jemi Lahutung)

BACA JUGA  Video: Anggota DPRD Sitaro Reses Jaring Aspirasi Warga

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎
Warga Medan Meninggal Tenggelam di Bukit Lawang
Wisatawan 63 Tahun Meninggal Usai Alami Kejang di Area Parkir Pantai Drini
‎Sadis, 50 Orang Suruhan GS Culik dan Bacok Adik Anggota TNI
Petani di Karo Dibunuh 2 Pria, Jasad Dibuang di Bawah Jembatan Pancur Batu
Bus PO Palala Padang-Jakarta Terbakar di Muba, 38 Penumpang Selamat
Halangi Pemasangan Plang, Warga Gowa Dikeroyok dan Dibusur
Api Misterius Terus Muncul di Rumah Agus Yani Sleman, Ahli Pertanyaan Dugaan Gas Metana

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎

Senin, 1 Juni 2026 - 18:35 WIB

Warga Medan Meninggal Tenggelam di Bukit Lawang

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:57 WIB

Wisatawan 63 Tahun Meninggal Usai Alami Kejang di Area Parkir Pantai Drini

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:09 WIB

‎Sadis, 50 Orang Suruhan GS Culik dan Bacok Adik Anggota TNI

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:15 WIB

Petani di Karo Dibunuh 2 Pria, Jasad Dibuang di Bawah Jembatan Pancur Batu

Berita Terbaru

Kriminal

Januari-Mei, Polda Riau Bongkar 1.333 Kejahatan Jalanan

Rabu, 3 Jun 2026 - 18:03 WIB

error: Content is protected !!