Kisah Marlina: Jadi Perawat Untuk Dapatkan RidhoNya

- Editorial Team

Selasa, 20 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, TRIBRATA TV

Perjalanannya menjadi seorang perawat tidaklah mudah, ia berjuang tanpa kenal lelah.

Hj.Marlina,S.Kep.Ners,M.Adm.Kes (41) memulai kisah saat dirinya diterima di salah satu sekolah keperawatan tahun 1995 di Makassar.

“Awalnya saya tak punya cita – cita seperti ini, tapi keinginan ayah yang mau kami melanjutkan profesinya, yang memang kebetulan saat itu Ayah juga seorang perawat di salah satu Rumah Sakit Kusta di kota Makasaar,” tutur Marlina.

Berbekal semangat yang selalu diberikan ayahnya, membuat Marlina pasrah berusaha dan mencoba meyakinkan dirinya untuk menekuni sekolahnya kala itu.

Marlina masih mengingat pesan ayahnya saat memberinya semangat, “profesi perawat tidak menjamin kita jadi kaya, tapi lebih kepada masalah kemanusiaan,” kata Marlina meniru kalimat ayahnya.

Usai menyelesaikan sekolah keperawatannya, Marlina akui masih susah cari kerja saat itu, namun dirinya tetap berusaha.

Melihat kondisi Marlina bersusah payah mencari kerja ayahnya, ayahnya tetap memberinya semangat, “Meskipun hanya jadi tenaga sukarela juga tidak apa – apa nak, nanti ayah yang kasih ongkos transportasinya, kalau jemputan tidak datang,” kata Marlina meniru ayahnya saat itu.

BACA JUGA  Antisipasi Balap Liar dan Kriminalitas, Polsek Marbo Aktif Patroli Sore

Hingga 5 tahun ditekuninya jadi seorang tenaga sukarela, akhirnya berbuah manis. Usahanya selama 5 tahun dirinya menjadi sukarela akhirnya terangkat jadi ASN.

Hingga Covid-19 melanda saat ini, Marlina menjelaskan isu yang beredarnya terkait profesi ini.

“Mungkin dipikiran orang dimasa pandemik sekarang ini reward kami lebih besar, sumpah seperserpun uang covid tidak singgah dikantong kami, sebab tidak merawat langsung pasien covid, tapi jangan salah, kondisi ini takkan mengurangi jiwa pengabdian kami, dan malah bagiku inilah waktunya mengumpulkan amalan yang besar,” cetusnya.

Dimasa pandemi, Marlina mencoba meyakinkan masyarakat sekelilingnya terkait adanya ketakutan masyarakat berobat ke rumah sakit.

Marlina mengakui hingga saat ini dirinya kerap mendapat panggilan orang – orang yang membutuhkan disekitarnya. Membuat dirinya berupaya semaksimal mungkin memenuhi walau kadang sesuap nasipun belum masuk ke perutnya.

BACA JUGA  Lahan Persawahan Hilang Akibat Tambang Ilegal di Luwu Timur

Kondisinya yang sering sibuk membuat anak-anaknyanya pun jadi mandiri lebih awal.

Rutinitasnya sebagai perawat selalu terbangun tengah malam buat pasang infus agar pasien tak dehidrasi akibat muntaber atau sekedar menjaga keseimbangan elektrolit, itulah tugasnya.

“Bagiku senyum dan terimakasih sudah melebihi dari segalanya, aku selalu bersyukur menjadi seorang perawat,” imbuhnya.

Berangkat dari ketekunannya, kini Marlina sudah beberapa tahun bekerja melayani masyarakat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Tadjuddin Chalid salah satu Rumah Sakit rujukan di Kota Makassar, Sulsel.

“Ayahku dulu seorang perawat Kusta, saya lahir dan besar di lingkungan lepratorium, pasien yang sudah dikucilkan oleh keluarganya, tapi ayah malah merawatnya dirumah kami, kami selalu bersyukur masih diberi waktu dan kesempatan buat bermanfaat bagi sesama dan itu bagi kami adalah karunia yang tak terhingga,” ungkap Marlina.

Penghujung kisahnya, Marlina mengajak dan mencoba memotivasi rekan-rekan khususnya yang bertugas di pedalaman dan kerap mendapat perlakuan yang tidak nyaman. “Sesungguhnya kami tak butuh sanjungan juga tak butuh penghargaan setinggi langit karena ada Tuhan yang akan menilainya, bicara ikhlaspun kami tak pantas, semua kami lakukan hanya berharap RidhoNYA, mendapat perlakuan tak pantas dan kecewa pasti ada,” tandasnya.

BACA JUGA  Ahli Waris Sudding Dg Mangung Pertanyakan Penghentian Penyidikan Kasus Penyerobotan Lahan

“Semoga kita semua bisa diberi kesehatan dan ketabahan yang lebih dalam melayani sesama,”pungkas Marlina. (Mulyadi/int)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
Kapolres Lhokseumawe Hadiri Pisah Sambut Dandim 0103/Aceh Utara, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Nasir Nurdin Nyatakan Siap Maju Kembali sebagai Ketua PWI Aceh Periode 2026–2031

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WIB

Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:26 WIB

Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Polres Tebing Tinggi Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:19 WIB