Sitaro, TRIBRATA TV
Perjuangan tanpa henti terus ditunjukkan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M. Meski jadwalnya padat dan jarak antar wilayah begitu jauh, semangatnya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat tidak pernah padam — sama seperti harapannya agar listrik di Sitaro bisa menyala stabil tanpa gangguan.
Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 15 dan 16 Oktober 2025, Bupati Chyntia berada di Jakarta. Di ibu kota, ia melakukan konsultasi resmi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam pertemuan tersebut, ia diterima langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M. Diskusi berjalan intens, membahas berbagai mekanisme bantuan yang lebih fleksibel dan berpihak pada masyarakat korban bencana di wilayah Sitaro.
Namun perjuangan Bupati Chyntia tidak berhenti di sana. Setelah dua hari bekerja di Jakarta, baru tiba di Manado, ia langsung melanjutkan agenda penting berikutnya. Pagi harinya, tanpa jeda panjang, ia menggelar audiensi dengan General Manager PT. PLN (Persero) UID Suluttenggo, Usman Bangun, di Kedai Kopi Sedjak 2019, Manado, Sabtu (18/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Chyntia menyampaikan keluhan masyarakat Pulau Siau yang selama sebulan terakhir kerap mengalami pemadaman listrik bergilir. Kondisi ini berdampak besar pada aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga kenyamanan warga. Ia juga menyuarakan aspirasi masyarakat Pulau Buhias, yang meminta penambahan jam layanan listrik menjadi 1×12 jam atau bahkan 1×24 jam jika memungkinkan.
“Ini bukan sekadar soal terang atau gelap,” ujar Chyntia dalam kesempatan itu. “Ini tentang kesejahteraan, tentang bagaimana masyarakat bisa hidup dan bekerja dengan tenang tanpa takut lampu mati setiap hari.”
Hasil audiensi tersebut membuahkan solusi jangka pendek yang konkret. Pihak PLN menyetujui rencana penambahan mesin genset baru di Pulau Siau sebagai cadangan ketika terjadi gangguan pada pembangkit utama. Bentuk kerja sama yang disepakati antara Pemda dan PLN yakni Kerja Sama Operasi (KSO), di mana mesin genset akan disediakan oleh pemerintah daerah, sedangkan operasional dan pemeliharaannya dilakukan oleh PLN.
Selain itu, untuk Pulau Buhias, pihak PLN akan segera melakukan identifikasi lapangan guna mengetahui kebutuhan peralatan dan sumber daya tambahan agar jam layanan listrik dapat ditingkatkan. Pengadaan peralatan dari PLN ini akan disusun dalam APBD 2026, sehingga diharapkan pada tahun depan, warga Buhias bisa menikmati listrik dengan durasi lebih lama.
Bupati Chyntia menegaskan, perjuangan ini bukan sekadar urusan teknis kelistrikan, melainkan bentuk komitmen moral dan tanggung jawab seorang pemimpin terhadap warganya. “Selama masyarakat Sitaro belum merasakan kenyamanan yang seharusnya mereka dapatkan, saya tidak akan berhenti berjuang,” tegasnya.
Dengan langkah cepat, komunikasi lintas lembaga, dan kepedulian yang tulus, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit kembali membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang tidak hanya hadir di atas panggung seremonial, tetapi juga di garis depan perjuangan — dari kantor kementerian di Jakarta hingga meja diskusi di Manado — demi satu tujuan: Sitaro yang terang, sejahtera, dan Masadada. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









