Belu, TRIBRATA TV
Uskup Atambua, Mgr. Dr.Dominikus Saku, Pr, pimpin ibadah Jumat Agung di Gereja paroki Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, Belu, NTT pada, Jumat (18/04/2025)
Dalam Ibadah Jumat Agung ini mengangkat tema ” Yesus Tersalib, Cahaya Harapan ” berlangsung penuh khidmat.
Dalam homilinya, Uskup Dominikus Saku, PR, mengajak umat Keuskupan Atambua untuk merenungkan tujuh sabda Yesus yang penuh makna dalam kisah sengsara-Nya.
“Perayaan Jumat Agung memiliki nuansa dan kedalaman spiritual yang khas, oleh karena menandai momen penderitaan dan kematian Yesus Kristus, kisah sengsara Yesus merupakan tragedi kemanusiaan yang terjadi di tengah konflik kepentingan dan pengadilan yang tidak adil, Yesus mati secara tragis. Pengadilannya penuh intrik dan tidak mendatangkan kebenaran, Ia diludahi, dipukul dan disalibkan, seperti penjahat kelas kakap,” ungkapnya.
Dikatakannya kematian Yesus dipandang sebagai kutukan oleh orang-orang yang tidak percaya, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci terkutuklah orang yang digantung di kayu salib, namun justru di balik penderitaan itu, Yesus hadir sebagai tanda pengampunan dan harapan bagi umat manusia. Setiap sabda menggambarkan ajaran-ajaran mulia, seperti pengampunan, perhatian kepada sesama dan penyerahan diri kepada kehendak Allah.
Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya pengampunan, yang meskipun Yesus sendiri disakiti dan dizolimi, tetap mengampuni mereka yang menyakiti-Nya oleh karena pengampunan adalah karunia istimewa dari Allah,” ujar Uskup Dominikus.
Dalam sabda kedua, Yesus mempercayakan ibu-Nya kepada murid yang terkasih, untuk pentingnya kasih sayang dan perlindungan dalam keluarga dan gereja.
Sabda ketiga, “Aku haus,” mengingatkan umat untuk terus menyirami hidup mereka dengan kasih dan perhatian kepada Allah dan sesama.
Sabda keempat, “Jangan takut, hari ini pun engkau bersamaku di Firdaus,” mengajarkan pertobatan dan belas kasihan Tuhan membuka jalan bagi keselamatan, bahkan bagi mereka yang terbuang sekalipun.
Sabda kelima, “Eloi – Eloi, lama sabat tani,” menunjukkan pencarian mendalam manusia akan Allah dan kasih-Nya yang tak tergantikan.
Sabda keenam, “Sudah selesai,” mengisyaratkan bahwa perjuangan hidup Yesus mencapai puncaknya di salib, sebagai penyelesaian dari misi penyelamatan umat manusia.
Sabda terakhir, “Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku,” adalah penyerahan diri secara penuh kepada kehendak Tuhan, menunjukkan hidup dan perjuangan manusia akan mencapai tujuan akhirnya di rumah Bapa surgawi.
Mari kita bersama memaknai dan merenungkan tujuh sabda Yesus yang penuh makna dalam kisah sengsara-Nya ini dalam diri kita dan dalam kehidupan kita sehari-hari ” ajak Uskup.
Ibadat Jumat Agung ini di hadiri ribuan Umat Katolik paroki Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua (Hengki)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









