Sitaro, TRIBRATA TV
Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menawarkan lebih dari sekadar seremonial biasa; acara ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi seluruh peserta dan penonton.
Terpusat di Lapangan Batahi Ondong, Kecamatan Siau Barat, suasana khidmat dan rasa bangga mengiringi prosesi tersebut, terutama saat pasukan pengibar bendera (Paskibraka) menunaikan tugas mereka dengan keanggunan yang luar biasa.
Namun, di balik upacara yang terlihat sempurna, tersimpan makna yang lebih dalam—bagaimana generasi muda, yang diwakili oleh para anggota Paskibraka, membawa tongkat estafet sejarah dan nasionalisme dari generasi sebelumnya.

Pada hari itu, Pj Bupati Kepulauan Sitaro, Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh, mengambil peran sebagai Inspektur Upacara, tetapi lebih dari sekadar menjalankan tugas formal, ia menyerahkan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih kepada para anggota Paskibraka, yang baru saja diterima dari Presiden Joko Widodo. Momen ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga simbol dari kepercayaan negara kepada generasi penerus untuk menjaga nilai-nilai kemerdekaan.

Gledis Sri Marindat, siswi SMA N Sitim, mendapatkan kehormatan sebagai pembawa baki yang menerima bendera dari Bupati Oroh sebelum diserahkan kepada tiga pengibar utama: Marcello Darryl Rompas (SMA N 1 Sibar), Geoffrey Paschal Tupallessy (SMA N 1 Setim), dan Alfa Alexander Luas (SMA N 1 Tagulandang). Ketiga siswa ini bukan hanya sekadar mengibarkan bendera, tetapi juga membawa beban tanggung jawab sejarah yang tidak ringan.
Di hadapan mereka, bukan hanya ribuan pasang mata yang memandang, tetapi juga semangat juang para pahlawan yang seakan hadir di tengah-tengah lapangan tersebut.

Upacara itu sendiri dipandu dengan sangat tertib oleh berbagai unsur pemerintahan daerah, Forkopimda, serta 43 siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Sitaro yang menjadi bagian dari Paskibraka.
Kehadiran perwira upacara, Kompll Noldi Harimu, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Kabag OPS Polres Sitaro, menambah wibawa acara, sementara komando upacara dipegang oleh Ipda Ricky M. A. Bunak, SH, yang bertugas sebagai KBO Sat Intelkam Polres Sitaro.

Momen yang paling menggetarkan mungkin adalah saat detik-detik proklamasi dibacakan oleh Djon Ponto Janis dari unsur legislatif, diiringi suara sirene yang menggaung namun tidak mengganggu suasana hikmat. Di sini, para hadirin tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga merasakan kembali semangat kebangsaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.

Perayaan HUT RI ke-79 di Sitaro ini, dengan segala kemeriahannya, menjadi lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah cerminan bagaimana sejarah, nilai-nilai perjuangan, dan semangat nasionalisme terus diwariskan dan dijaga oleh generasi muda, yang dengan bangga mengibarkan bendera merah putih di tanah Sitaro, menjanjikan masa depan yang tetap menghargai dan menghormati jasa para pahlawan
Dalam peringatan HUT RI ke-79 yang berlangsung di lapangan Batahi Ondong, Kecamatan Siau Barat, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Joi Oroh, mengungkapkan beberapa poin penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo terkait masa depan Indonesia, khususnya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Dalam wawancara yang digelar usai upacara bendera, Joi Oroh berbagi pengalamannya saat diundang oleh Presiden RI bersama dengan kepala daerah lainnya ke IKN.
Menurut Oroh, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembangunan Istana Negara baru di IKN, yang merupakan hasil karya murni putra-putri Indonesia, berbeda dengan Istana Negara di Jakarta dan Bogor yang merupakan warisan kolonial. Momen ini dinilai sangat istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan yang ke-79.

Selain itu, Presiden juga membahas konsep unik yang diterapkan di IKN, yaitu “Hutan Kota,” di mana kota dibangun di tengah hutan dengan memprioritaskan penggunaan energi ramah lingkungan. Jokowi menegaskan pembangunan IKN akan terus berlanjut dengan visi menjadi kota berbasis energi hijau sepenuhnya.
Presiden juga memberikan arahan terkait Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Ia meminta seluruh kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan walikota, untuk tetap fokus dan mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi proses demokrasi tersebut, demi kelancaran dan kesuksesan pemilihan nanti.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









