Tewasnya 6 Pekerja PETI di Bengkayang Terkesan Didiamkan Pengusaha

- Editorial Team

Jumat, 15 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkayang, TRIBRATA TV

Aktivitas penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban. 6 penambang tewas tertimbun longsoran materia di Desa Goa Boma Kecamatan Menterado Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (13/4/2022) kemarin.

Informasi yang didapat tewasnya enam korban yang tertimbun longsoran di dalam lubang dompeng itu terkesan didiamkan oleh pengusaha dompeng (PETI).

Kades Goa Boma, Amdan yang dikonfirmasi, Kamis (15/4/2022) mengaku belum bisa memastikan nama-nama korban yang meninggal. Ia juga mengaku belum turun ke lokasi karena kesibukannya.

“Saya belum bisa memberikan keterangan secara rinci dan enam orang korban tersebut bukan warga saya, karena enam orang korban itu tidak pernah melapor ke saya atas kehadiran mereka di desa ini,”ucap Amdan.

BACA JUGA  Penabrak yang Tewaskan Driver Ojol Diringkus Polisi

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Lingkungan Bengkayang Pesisir (Lingkar) Kabupaten Bengkayang, Baharuddin Ahmad (Bang Bahe), Kamis (14/4/2022) mengatakan berulangkali aktivitas tambang liar memakan korban.

Menurutnya peristiwa seperti ini, penambang tewas tertimpa longsoran dan pencemaran air terus terjadi dan berulang.

“Selama ini penambangan liar itu selalu menjadi keluhan kita bersama karena tidak ditangani serius untuk memberantasnya,” katanya.

Menurutnya, seharus aparat berpegang pada Undang-Undang (UU) Nomor 32 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menjadi pedoman. Namun kenyataannya UU ini malah terus dilanggar.

BACA JUGA  Kasus Kematian Pasutri di Asahan, Polisi Duga Berawal dari Cekcok

“Sudah seharusnya aktivitas PETI yang bersifat ekstratif dan beresiko tinggi bagi keselamatan pekerjanya ini dihentikan apalagi kejadian kemarin 6 orang pekerja tertimpa longsoran terkesan disenyapkan oleh pengusahanya,” ucapnya.

Sayangnya kata dia lagi, pemerintah daerah khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga aparat penegak hukum tidak pernah berkaca dari beberapa kali peristiwa kematian penambangan liar itu.

Belum lagi kerusakan lingkungan hidup yang begitu massif akibat pertambangan.

“Kami Lembaga Lingkungan Bengkayang Pesisir mendesak pemerintah melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu pada pengusaha-pengusaha dompeng (PETI) yang satu persatu membunuh pekerjanya melalui lubang mautnya,” ujarnya.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah pusat dan Kapolda Kalbar segera menangkap pengusaha-pengusaha PETI agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya. (Rinto Andreas)

BACA JUGA  Abaikan Hak Pekerja, Serbuk Kalbar Akan Laporkan PT.CUS ke Komnas HAM dan RSPO

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Berita Terbaru