Hukum  

Kasus Penganiayaan Jurnalis TRIBRATA TV Berakhir Damai di Polres Belu

Belu, TRIBRATA TV

Kasus penganiayaan terhadap Jurnalis TRIBRATA TV, Fridolino Mali (38) pada Senin (21/08/2023) silam, berakhir damai.

IMG-20240227-124711

Kanit Reskrim Polres Belu, Gatot Waskito melalui penyidik Baharudin yang melakukan mediasi pada Jumat (10/11/2023) menyampaikan telah tercapai kesepakatan kedua belah pihak pelapor dan terlapor untuk memilih berdamai.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih kepada kedua belah pihak yang sudah bersepakat dan bersedia datang untuk menyelesaikan selisih paham ini,” katanya.

Ia mengatakan kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. “Kita harapkan dengan pertemuan ini kedepannya jangan ada masalah lagi, walaupun ada selisih paham dibicarakan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Martinus Resi perwakilan keluarga pelaku meminta maaf kepada korban Fridolino Mali atas apa yang sudah terjadi terhadapnya.

“Mewakili anak kami dan keluarga besar saya sebagai perwakilan keluarga meminta maaf kepada saudara Fridolino yang sudah menjadi korban dalam kekerasan yang dilakukan anak kami,” ujarnya.

Menurutnya, mereka sekeluarga sudah rembuk bersama agar kasus penganiyaan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Karena itu kami menyampaikan terimakasih kepada pihak Polres Belu yang sudah menjadi penengah dengan memediasi masalah yang terjadi beberapa bulan lalu dan kami berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Fridolino Mali, sebagai korban mengucapkan terimakasih dan menerima usaha dari pihak Polres Belu dalam memediasi persoalan yang menimpanya.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada pihak Polres Belu yang sudah menerima kami, memediasi untuk menyelesaikan selisih paham antara kami sekeluarga dan saya berbesar hati untuk memaafkan Nardi yang berstatus anak dalam keluarga besar dan semoga kejadian ini jangan terulang lagi,” katanya.

Sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan, semoga dengan kejadian yang sudah terjadi beberapa bulan lalu menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu berpikir sebelum melakukan segala sesuatu apa lagi persoalan itu menyangkut dengan keselamatan seseorang, ucap Fridolino.

Hadir dalam mediasi ini kedua orang tua pelaku, perwakilan keluarga kedua belah pihak sebagai saksi. (Hengki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *