Sibolga, TRIBRATA TV
Miris, mayoritas orangtua yang akan melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Sibolga, mengeluh
Pasalnya pihak sekolah memaksakan pembelian pakaian seragam dari sekolah dan terkesan memaksakan harus dibayar lunas saat pendaftaran.
Salah seorang orangtua siswa yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan Jum’at (9/6/2023) di Sibolga, anaknya mendaftar di salah satu SMP Negri dan diwajibkan harus melunasi biaya pakaian seragam sebesar Rp779.000.
Lebih jauh dikatakannya, setelah bertengkar dengan Panitia Penerimaan Siswa Baru, dia hanya mampu membayar uang panjar sebesar Rp300.000.
Kepala bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sibolga Romsina Harahap saat dikonfirmasi melalui pesan Whatt App, Jum’at (9/6/2023) mengatakan pengadaan pakaian seragam tersebut adalah kebijaksanaan sekolah masing masing karena sekolah memiliki pakaian khusus seperti pakaian olah raga.
Saat ditanya regulasi yang mengatur pengadaan pakaian pakaian seragam tersebut, termasuk Peraturan Menteri Pendidikan nomor 50 tahun 2014 tentang pengadaan seragam sekolah, Kabid ini tidak merespon.
Pantauan TRIBRATA TV dilapangan, hal ini dipastikan menimbulkan ekonomi tinggi bagi warga karena walaupun orangtua membayar lunas namun pakaian seragam tidak akan langsung diperoleh, dan beberapa bulan setelah sekolah pakaian seragam yang terdiri dari putih biru, pramuka,baju olah raga dan baju batik baru diterima. (nas)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









