Warga Lobu Siregar I Unjuk Rasa di DPRD Taput

Tuntut Ganti Rugi Lahan Jalan Nasional

- Editorial Team

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Utara, TRIBRATA TV

Sejumlah warga Desa Lobu Siregar I berunjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Tapanuli Utara menuntut ganti rugi tanah mereka yang digunakan untuk pembangunan jalan lingkar Kecamatan Siborongborong atau Siborongborong Bypass, Senin (9/3/2026).

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan hingga saat ini empat kepala keluarga (KK) belum menerima ganti rugi atas tanah untuk proyek yang dibiayai melalui APBN 2024 itu.

Salah seorang warga bermarga Sianipar mengatakan masyarakat telah beberapa kali berupaya menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Mereka bahkan telah bertemu dengan Bupati Tapanuli Utara pada Maret dan Mei 2025. Namun saat itu, warga diarahkan untuk berkoordinasi dengan Wakil Bupati, tetapi hingga kini belum ada solusi yang diharapkan.

“Kami sudah beberapa kali menyurati pemerintah, bahkan sampai ke Kejaksaan Agung, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban. Kami hanya berharap tanah kami yang dipakai untuk pembangunan jalan lingkar Siborongborong ini bisa diganti rugi,” ujarnya.

BACA JUGA  Video: Vaksin Belum Sampai, Vaksinasi Tahap II di Taput Batal

Dalam aksi tersebut, suasana haru sempat terjadi ketika sejumlah ibu-ibu yang ikut dalam demonstrasi tidak mampu menahan tangis karena merasa sedih dan tertekan atas persoalan yang belum juga terselesaikan. Warga juga mengaku merasa ditindas dan mengalami intimidasi.

Selain itu, masyarakat mempertanyakan adanya perbedaan perlakuan dalam pemberian ganti rugi. Mereka menyebutkan bahwa warga lain yang lahannya terdampak proyek tersebut telah menerima ganti rugi dengan harga yang bervariasi.

“Kami curiga mengapa yang lain bisa diganti rugi dengan harga yang berbeda-beda, sementara kami tidak mendapat apa-apa,” kata Sianipar.

BACA JUGA  Bupati Taput Hadiahkan Rp10 Juta untuk Penangkap Makhluk Misterius Penghisap Darah Hewan Ternak Warga

Diketahui, proyek pembangunan jalan tersebut dimulai pada 2 Agustus 2024 dengan nilai kontrak sekitar Rp36 miliar yang bersumber dari APBN.

Menanggapi keluhan masyarakat, anggota DPRD Tapanuli Utara, Sabungan Parapat dari Partai PDIP, meminta empat kepala keluarga yang bersangkutan untuk menyerahkan dokumen atau berkas terkait kepemilikan tanah kepada DPRD.

“Supaya berkasnya diserahkan kepada kami, nanti akan kami rapatkan dan kami sampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tapanuli Utara, Rudi Arifin Nababan, juga menyatakan pihaknya akan berupaya menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan kami akan sesegera mungkin membentuk pansus untuk hal ini.

“Kami akan menindaklanjuti keluhan ini. Silakan masyarakat menyampaikan surat resmi kepada kami agar ada dasar untuk membahasnya. Dalam proses pembahasan nanti, masyarakat juga boleh hadir untuk menyampaikan langsung tuntutannya,” kata Rudi.

BACA JUGA  Sidang Ajudikasi KI Kalbar, Majelis Tegaskan Dokumen Proyek PUPR Pontianak adalah Informasi Terbuka

Warga berharap DPRD Tapanuli Utara dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk melalui penganggaran pada APBD 2026, agar hak masyarakat atas tanah yang digunakan dalam proyek pembangunan jalan tersebut dapat dipenuhi. (Wahyu Hutabarat)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Dari Gotong Royong Hingga Tinjau Infrastruktur, Wakil Bupati Nisel Bawa Kabar Baik untuk Onolalu
Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎
Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi dan Komprehensif
Tidak Benar Isu Rutan Humbahas Dijadikan Markas Penipuan
Masyarakat Menjerit Gas 3 Kg Langka di Labura, Kabag Perekonomian Kaget: Kami Baru Tahu
Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian terhadap Lansia di Secanggang, Humanisme Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Kades Silumajang Dampingi PU Labura Ukur Jembatan Pulo Godan
Jermal Digempur Lagi, Ada Barak Narkoba Model Baru

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:18 WIB

Dari Gotong Royong Hingga Tinjau Infrastruktur, Wakil Bupati Nisel Bawa Kabar Baik untuk Onolalu

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40 WIB

Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi dan Komprehensif

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:21 WIB

Tidak Benar Isu Rutan Humbahas Dijadikan Markas Penipuan

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:28 WIB

Masyarakat Menjerit Gas 3 Kg Langka di Labura, Kabag Perekonomian Kaget: Kami Baru Tahu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!