Majelis-Jemaat Gereja Oikoumene USU Siap Martir Melawan Ketidakadilan

- Editorial Team

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Permainan ‘licik’ tingkat tinggi tidak menyurutkan keberanian dan langkah para majelis dan jemaat POUK Gereja Oikoumene Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mempertahankan hak beribadah mereka.

Tekanan demi tekanan yang gencar datang dari rektorat USU serta Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Utara (PGIW-SU) justru direspons dengan perlawanan yang makin solid.

Bahkan, mereka siap martir untuk mempertahankan hak dasar beribadah di gedung Gereja Oikoimene tersebut. Tidak hanya itu, para majelis dan jemaat juga tidak gentar menghadapi siapapun, sebab, imbuhnya, hanya Tuhan yang ditakuti mereka.

“Sekuat apapun tekanan kami tidak pernah takut sedikit pun. Martir pun siap demi mempertanyakan iman dan hak beribadah kami di Gereja Oikoumene Chapel USU ini. Kami hanya takut kepada Tuhan,” tegas seorang majelis kepada sejumlah awak media, Senin (8/6/2026).

Perlawanan para majelis dan jemaat atas rencana pengosongan paksa gereja itu makin panas, pasca terbitnya dua pucuk surat di tanggal yang sama. Tersirat bahwa kedua lembaga besar itu kompak untuk mengusir pimpinan jemaat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis USU, Muhammad Anggia Muchtar, secara berkala melayangkan surat peringatan ketiga untuk segera mengosongkan gedung gereja.

Surat Ketua Umum PGIW-SU, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, yang mengeluarkan surat resmi berlogo PGI Nomor 101/B/PGIW-SU/VI/2026, justru memanaskan situasi. Surat itu secara mengejutkan menyatakan bahwa pimpinan gereja, Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th.,M.Div, bukanlah Pendeta Tenaga Utusan Gereja (TUG) PGIW-SU, sekaligus melarangnya menggunakan atribut persekutuan tersebut.

Keputusan dari kedua lembaga besar itu sangat disayangkan banyak pihak, karena alih-alih meredam situasi, langkah itu justru dapat memicu terjadinya pertikaian antar sesama umat beragama.

BACA JUGA  Ketum Viktor Tinambunan dan Rektorat USU Kompak 'Usir' Pendeta Keluar dari Gereja, Jemaat Melawan

Kekompakan manuver itu langsung menuai kecaman keras. Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumut, Dedy Mauritz Simanjuntak menilai tindakan berulang dari rektorat sangat berbahaya.

“Mengirim surat pengosongan gedung gereja secara paksa hingga tiga kali, ini sama saja memantik amarah dan perpecahan sesama umat agama Kristen. Mohon kepada rektorat USU lebih bijak dan beradab. Jangan berlindung dengan berjubahkan nama besar USU,” tegas Dedy.

Dalih renovasi dan penataan gedung yang selama ini didengungkan olek rektorat USU dinilai banyak pihak hanya sebuah akal-akalan belaka untuk mendepak Pdt. Gloria Iriany Balle dari kursi kepemimpinan POUK Gereja Oikoumene Chapel USU.

‎Disisi lain, fakta di lapangan menunjukkan kualitas dan kuantitas fisik bangunan Gereja Oikoumene Chapel USU, masih sangat kokoh, utuh, dan jauh dari kata tidak layak. Oleh karena itu, tidak ada urgensi mendesak dilakukannya renovasi dan revitalisasi.

Wacana renovasi itu diduga kuat menjadi dalih untuk memuluskan perebutan kursi kepemimpinan POUK Gereja Oikoumene oleh oknum elit pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) baru yang legal standingnya masih dipertanyakan, dan disinyalir tidak sesuai mekanisme AD/ART.

Diketahui, kekisruhan berkepanjangan ini memiliki akar sejarah yang panjang. Pada tahun 1986, Rektor USU kala itu, Prof. Dr. AP. Parlindungan, S.H resmi mengeluarkan SK penetapan lahan seluas 750 meter persegi bagi PIWK Kampus USU, dengan status hak pakai untuk aktivitas kerohanian.

Namun belakangan diketahui bahwa seluruh biaya pembangunan POUK Gereja Oikoumene Chapel USU murni merupakan swadaya serta biaya jemaat sendiri.

‎Jemaat menyebut konflik murni bermula dari mandeknya regenerasi kepengurusan majelis yang mayoritas diisi para profesor pendiri yang telah lanjut usia.

BACA JUGA  ‎Rektorat USU "Paksa" Pendeta Kosongkan Gedung Gereja, Alasan Renovasi Diduga Hanya Akal-akalan

Niat untuk meregenerasi pengurus harian justru berujung penolakan oleh majelis lama. Situasi makin meruncing ketika kelompok majelis baru yang mengaku pengurus PIWK, secara sepihak membawa masalah itu ke ranah rektorat USU, yang berujung munculnya tindakan intimidatif dan tak manusiawi yang dilakukan, seperti penutupan paksa gedung gereja dengan menggunakan seng, menggembok, serta pemasangan spanduk pelarangan seluruh aktifitas peribadatan.

‎Menghadapi rentetan tindakan diskriminatif yang terus merongrong pelayanan pimpinan gereja yang telah mengabdi selama puluhan tahun itu, maka para majelis dan jemaat menolak untuk tunduk. Mereka berkumpul di dalam ruang ibadah dan menyatukan tekad dan suara menggema melalui deklarasi resmi pertanda siap melawan ketidakadilan.

Dalam pernyataan sikap itu, seluruh majelis dan jemaat secara lantang menyuarakan komitmen untuk mendukung sepenuhnya kepemimpinan dan pelayanan Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th.,M.Div sebagai Tenaga Utusan Gereja di POUK Gereja Oikoumene Chapel USU.

Selanjutnya, mereka menegaskan kembali status historis bahwa POUK Gereja Oikoumene Chapel USU merupakan murni gereja di bawah binaan PGI Wilayah Sumatera Utara. Hal itu dibuktikan dengan dokumen resmi yang disepakati.

Berikut kutipan pernyataan sikap dan deklarasi mereka yang dikutip media ini dari video :

Shalom.

Kami dari Jemaat POUK Chapel USU Gereja Oikoumene menyatakan:

  1. Tetap mendukung ibu Pendeta Gloria I Balle sebagai Tenaga Utusan Gereja di POUK Chapel USU Gereja Oikoumene ini.

‎2. POUK Chapel USU Gereja Oikoumene merupakan Gereja dibawah binaan PGI Wilayah Sumatera Utara.

‎3. Kami tetap beribadah di POUK Chapel USU Gereja Oikoumene, Jalan Dr. Sumarsono No 66, Medan. Tuhan Yesus Memberkati, Shalom.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PGIW-SU, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menjelaskan bahwa keputusan pencabutan dukungan pada awal Juni itu diambil melalui Rapat MPH demi mencari solusi terbaik, menyusul ketidakhadiran Pdt. Gloria setelah beberapa kali diundang.

BACA JUGA  Staf Komunikasi Kapolri Terpilih Menjadi Ketua IKAKOM FISIP USU 2023-2026

Pdt. Victor menambahkan, bahwa PGI-SU  tidak menerbitkan SK, karena Pdt Gloria tidak pernah menerima SK dari PGIW-SU dan Pdt. Gloria Iriany Balle tidak diperkenankan menggunakan logo PGI karena beliau tidak ada hubungan dengan PGIW SU lagi. Victor juga menyebut jemaat dapat beribadah di ruangan sementara yang disediakan kampus USU.

Disinggung mengenai apakah Ketua Umum PGIW-SU mengetahui sejarah pembangunan gedung, Pdt. Victor menyebut kurang mengetahui sejarahnya, dan hanya mengetahui lahan itu milik USU.

‎Sementara itu, dikonfirmasi ulang ketidak hadirannya pada rapat undangan PGIW-SU, Pdt Gloria Iriany Balle menyampaikan bahwa PGIW-SU tidak mengakomodir permohonan para majelis dan jemaat.

‎”Sudah seyogianya hasil rapat yang kami berikan ke PGIW-SU agar pengurus yang telah terpilih dalam rapat dilantik. Sudah dua kali kami berikan surat, tapi tidak ditindaklanjuti, malah mengabaikan, urusan kami tidak itu saja, jadi kami fokus pada pelayanan,” pungkas Pdt. Gloria I Balle. (Bon)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Sinergi Pemerintah dan Gereja, Bupati Taput Ajak Umat Katolik Jadi Garam dan Terang Masyarakat
Pengusaha Galian C di Palembang Aniaya Sopir, Ternyata Ini Penyebabnya
Usai Viral, Ini Pengakuan Korban dan Kordinator SPPG Asahan
Diduga Terpeleset saat Memancing, Warga Bantul Ditemukan Meninggal di Sungai Progo
Viral! Pekerja Dapur SPPG Mengaku Dianiaya Staf dan Ungkap Sejumlah Keganjilan
Polda Sumut Siagakan Pengamanan Berlapis Laga Indonesia vs Vietnam
Pemadaman Listrik Bergiliran 3-4 Jam Perhari di Sumut Hingga 14 Juni
Viral Diduga Sejumlah Pemuda Bawa Celurit di Depan Cambridge Medan

Berita Lainnya

Senin, 8 Juni 2026 - 23:11 WIB

Majelis-Jemaat Gereja Oikoumene USU Siap Martir Melawan Ketidakadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 13:34 WIB

Sinergi Pemerintah dan Gereja, Bupati Taput Ajak Umat Katolik Jadi Garam dan Terang Masyarakat

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pengusaha Galian C di Palembang Aniaya Sopir, Ternyata Ini Penyebabnya

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:43 WIB

Usai Viral, Ini Pengakuan Korban dan Kordinator SPPG Asahan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:05 WIB

Diduga Terpeleset saat Memancing, Warga Bantul Ditemukan Meninggal di Sungai Progo

Berita Terbaru

Kriminal

Polres Bengkulu Selatan Ungkap 4 Kasus Menonjol

Senin, 8 Jun 2026 - 18:31 WIB

Regional

Hulu Balang LAM Kepri Dikukuhkan

Senin, 8 Jun 2026 - 16:17 WIB