Sitaro, TRIBRATA TV
Sebanyak 34 Pemuda/Pemudi dari sekolah se Kabupaten/Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memasuki masa karantina untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sitaro Tahun 2024, Jumat (2/8/2023) bertempat di Halaman Gedung Mabura, Ulu Siau yang dinamai dengan istilah “Desa Bahagia”.
Masa karantina ditandai dengan Tradisi Tantingan. Tradisi Tantingan ini merupakan simbol dimulainya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Tingkat Kabupaten.
Dalam kesempatan ini Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sitaro Joi Oroh bertindak selaku Pembina Upacara Tantingan untuk Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pasibraka) Sitaro Tahun 2024.
Dalam sambutannya, Pj. Drs. Bupati Joi E. B. Oroh menyampaikan Paskibraka merupakan salah satu wadah kaderisasi putra putri terbaik bangsa yang berkarakter Pancasila.
Paskibraka bukan hanya sekedar mengibar dan menurunkan Bendera Pusaka tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Ini adalah bagian dari pada program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui Badan Kesbangpol untuk menyukseskan akan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang paling utama berperan disitu adalah para Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah melalui tahapan seleksi dan telah terpilih 34 siswa siswi SMA/SK Se-Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang mulai hari ini digembleng, dibina, diberikan pelatihan, wawasan kebangsaan, disiplin dan hal-hal lainnya, “tutur Pj. Bupati saat diwawancarai oleh media.
Pj. Bupati berharap nantinya pada saat pelaksanaan HUT RI 17 Agustus 2024 mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Adapun, Desa Bahagia dijelaskan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sitaro Gandawari Mulalinda, merupakan sebutan bagi asrama para calon Paskibraka selama mengikuti diklat sebelum bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih para peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Desa bahagia ini sebenarnya sudah merupakan program dalam pembentukan paskibraka, baik secara nasional maupun daerah-daerah. Kami memang telah mendapatkan arahan bahwa dalam tahapan pembentukan paskibraka ini kiranya di daerah juga dipusatkan dan lokasinya perlu disebut Desa Bahagia, “katanya.
Saat ditanya kenapa diberi nama Desa Bahagia, Gandawari menjelaskan nantinya di lokasi tersebut, situasi lingkungan yang akan mereka jalani nanti itu harus memang membuat mereka bahagia.
“Selain didalam itu, para penghuninya itu adalah penghuni yang diharapkan dapat menjalankan apa yang ditanamkan dari ideologi negara kita yakni Pancasila. Dalam Desa Bahagia ini akan ada pembimbingan, pelatihan, pendampingan dari para pamong yang akan mendampingi kehidupan sehari hari dari para calon paskibraka, didampingi 1×24 untuk bisa membimbing kehidupan perilaku para calon paskibraka selama mereka dipusatkan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk dibentuk menjadi paskibraka yang nantinya akan bertugas pada pengibaran maupun penurunan bendera, “ucapnya.
Pembinaan ini tidak hanya sampai pada pelaksanaan peringatan HUT Proklamasi saja tetapi mereka dibentuk sebagai kader pemimpin bangsa, yang berkarakter Pancasila.
“Jadi mereka selesai bertugas pun ke depan mereka masih merupakan sosok yang menjadi kader pemimpin karena setelah mereka purna Paskibraka itu masih ada kegiatan kegiatan yang bisa menaungi mereka untuk dibimbing terkait dengan pengamalan ideologi Pancasila, sehingga mereka bisa menjadi duta Lancasila, “pungkas Kaban Kesbangpol.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









