Jakarta Utara, TRIBRATA TV
Proyek pembangunan tol yang sedang berlangsung di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara, memicu protes besar dari warga setempat. Pasalnya, saluran drainase yang menjadi jalur pembuangan air di wilayah RT. 03/11 tertimbun material tanah uruk, yang dikhawatirkan akan menyebabkan banjir besar saat musim hujan tiba.
Edy Taufik, Ketua RT 03 mengatakan saluran drainase sudah tertutup tanah uruk sepanjang 30 meter. “Jika hujan deras turun, kawasan kami bisa terendam banjir,” katanya, Sabtu (4/1/2025).
Warga setempat sangat khawatir akan dampak langsung dari penutupan saluran ini, yang dapat menggenangi ratusan rumah. Tak hanya banjir, potensi rob juga menjadi ancaman serius jika saluran tersebut tidak segera dibuka.
Menurut Edy Taufik, protes ini juga terkait dengan kurangnya sosialisasi dari pihak PT. Wika, perusahaan yang mengerjakan proyek tol tersebut. “Kami tidak diberi pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada sosialisasi apapun mengenai pengurukan saluran drainase ini. Ini adalah pelanggaran yang sangat merugikan kami,” tambahnya dengan tegas.
Warga yang merasa terabaikan tidak tinggal diam. Mereka meminta agar pihak proyek menghentikan sementara pengurukan dan segera melakukan normalisasi saluran drainase. “Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, kami akan mengambil langkah lebih tegas dengan aksi demo atau bahkan class action,” kata Edy Taufik dengan nada serius.
Teti (48), seorang warga yang aktif di PKK, juga menambahkan kekesalannya. “Kami sangat kecewa. Tidak ada pemberitahuan ataupun pertemuan dengan pihak PT. Wika mengenai proyek ini. Kami merasa seperti tidak dianggap,” ujarnya.
Menanggapi protes warga, Rikin dan Sanan, perwakilan keamanan proyek tol, berjanji untuk menyampaikan keluhan warga kepada pimpinan proyek dan memastikan saluran drainase yang tertimbun akan segera dinormalisasi. “Kami akan segera melakukan koordinasi untuk memastikan saluran drainase kembali berfungsi dengan baik,” ujar Rikin.
K. Jarwo, tokoh pemuda setempat yang aktif di LMK, mengungkapkan banyak warga yang datang langsung ke kantor RW 11 untuk menyampaikan protes mereka. “Kami akan terus mendampingi warga dalam menyuarakan hak mereka. Kami berharap pihak terkait segera memberikan solusi konkret,” ujarnya.
Dengan datangnya musim hujan yang diperkirakan dalam waktu dekat, warga berharap pihak proyek segera bertindak untuk mencegah bencana banjir yang bisa merugikan banyak orang. Protes ini semakin memanas, dan masyarakat Pademangan Barat menunggu jawaban nyata dari pihak PT. Wika.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









