Menata Hidup di Awal 2026 dan Menyambut Datangnya Bulan Rajab

- Editorial Team

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ustad Ahmad Rohim Hasibuan, S.Pd

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang menggenggam waktu, yang mengalirkan usia setetes demi setetes, tanpa bisa kita hentikan, tanpa bisa kita ulangi.

Kepada-Nya kita menyembah, kepada-Nya kita berharap, dan kepada-Nya pula kita akan kembali.

Shalawat dan salam semoga tercurah tanpa henti kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, manusia terbaik yang mengajarkan bagaimana hidup tidak sekadar panjang, tetapi bermakna.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian:
ittaqullah, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.
Hari ini, kita berdiri di awal tahun 2026.
Angka boleh berganti, kalender boleh diperbarui, tetapi pertanyaannya satu:
apakah hidup kita ikut diperbaiki, atau hanya tahunnya yang berganti?
Waktu tidak pernah berisik saat ia pergi.
Ia tidak mengetuk pintu, tidak berpamitan.
Tiba-tiba kita sadar: umur bertambah, tenaga berkurang, dan kematian semakin dekat.
Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
Ayat ini bukan sekadar perintah, tetapi alarm kesadaran.
Bahwa hidup yang tidak dievaluasi adalah hidup yang berjalan tanpa arah.

BACA JUGA  Jemput Aspirasi Masyarakat, Kapolda Riau Turun ke Kabupaten Pelalawan

Jamaah yang dirahmati Allah,
Menata hidup di awal tahun 2026 setidaknya menuntut tiga kecerdasan hidup:
Pertama, kecerdasan reflektif.
Berani jujur pada diri sendiri:
berapa kali kita menunda salat,
berapa sering hati kita kering dari zikir,
dan berapa banyak dosa yang kita anggap sepele.
Kedua, kecerdasan niat.
Sebab Allah tidak menilai besarnya langkah, tetapi arahnya.
Niat yang benar menjadikan langkah kecil bernilai besar di sisi Allah.
Ketiga, kecerdasan prioritas.
Dunia jangan ditinggalkan, tetapi jangan dijadikan tujuan.

Akhirat jangan dilupakan, karena ia adalah rumah yang kekal.

Ma‘asyiral Mualimin Rahimakumullah,
Awal tahun ini semakin bermakna karena kita juga menyambut bulan Rajab, bulan yang Allah muliakan, bulan yang menjadi pintu gerbang menuju Ramadan.

BACA JUGA  Jumat Curhat, Kapolres Simeulue Dengarkan Keluhan Warga

Rasulullah SAW berdoa:
“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘ban, wa ballighna Ramadhan.”
Doa ini mengajarkan bahwa Ramadan tidak datang secara tiba-tiba.
Ia disiapkan.
Ia dirindukan.
Ia ditata sejak jauh hari.

Para ulama memberi perumpamaan yang sangat indah;
Rajab adalah waktu menanam, Sya‘ban waktu merawat, dan Ramadan waktu memanen.
Jika Rajab kita isi dengan lalai,
maka jangan heran bila Ramadan terasa hampa.
Rajab adalah bulan membersihkan hati,
mengurangi dosa,
menambal yang bocor dalam ibadah,
dan menata ulang hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan awal 2026 dan bulan Rajab ini sebagai titik balik, bukan sekadar titik lewat.
Tidak perlu perubahan besar yang melelahkan.
Islam mengajarkan perubahan yang pelan tapi konsisten.
Mulailah dari hal-hal yang sederhana:
satu hari puasa sunnah,
dua rakaat salat malam,
satu kesalahan yang kita hentikan,
satu hubungan yang kita perbaiki.
Ingatlah, orang yang paling merugi bukan yang miskin harta,
tetapi yang miskin makna hidup.
Semoga Allah memberkahi sisa usia kita,
menguatkan langkah kita dalam kebaikan,
dan menyampaikan kita pada bulan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih matang dan hati yang lebih bersih.

BACA JUGA  Waduh, Polisi Tangkap Oknum Ustad Sodomi Santrinya

Mari kita tutup dengan doa:
Allahumma ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana ‘ala dinik.
Ya Allah, jadikan tahun 2026 tahun perbaikan diri kami,
tahun kedewasaan iman kami,
dan tahun kembalinya kami sebagai hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai.

Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan…
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Mengawal Kritik dengan Nurani, Menghargai Pengabdian BPBD di Tengah Ujian Bencana
Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang
Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”
Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?
Mencuci Uang di Negeri Sendiri
JKA di Persimpangan Jalan, Kemenangan Aspirasi Publik atau Sekadar Penundaan Krisis Anggaran?
JKA di Persimpangan Jalan, Antara Efisiensi Anggaran dan Pengkhianatan Mandat Rakyat
Refleksi Peringatan Hari Buruh Nasional Dalam Konteks Profesi Jurnalisme

Berita Lainnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:42 WIB

Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:24 WIB

Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:10 WIB

Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:33 WIB

Mencuci Uang di Negeri Sendiri

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:03 WIB

JKA di Persimpangan Jalan, Kemenangan Aspirasi Publik atau Sekadar Penundaan Krisis Anggaran?

Berita Terbaru

Peristiwa

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Senin, 20 Jul 2026 - 14:37 WIB