Sitaro, TRIBRATA TV
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mulai mengambil langkah antisipatif terhadap potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan rapat kerja yang dipimpin oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Eddy S. Salindeho, pada Kamis, 30 Oktober 2025, di ruang rapat Asisten I Sekretariat Daerah.
Dalam rapat tersebut, Eddy Salindeho menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bersubsidi di seluruh wilayah Sitaro. “Kita tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, apalagi di masa-masa menjelang Natal dan Tahun Baru ketika aktivitas masyarakat meningkat tajam,” ujarnya.

Rapat ini juga menjadi forum koordinasi lintas sektor, yang melibatkan perwakilan dari Pertamina, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta aparat keamanan. Tujuannya adalah memastikan setiap pihak memahami perannya dalam mengawal distribusi BBM agar tetap aman, lancar, dan tepat sasaran.
Menurut Salindeho, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa lonjakan permintaan BBM di akhir tahun sering kali menimbulkan antrean panjang di SPBU, dan APMS bahkan kelangkaan di beberapa titik. “Itu yang ingin kita hindari. Karena itu, semua pihak harus proaktif memantau pasokan dan mencegah penyalahgunaan distribusi,” tambahnya.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dalam kesempatan itu, Eddy menegaskan pentingnya kerja sama masyarakat. “Kalau ada indikasi pelanggaran, segera laporkan. Kita akan tindak tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak Pertamina juga diminta untuk menyiapkan stok cadangan dan menjamin suplai BBM ke wilayah-wilayah kepulauan yang bergantung pada transportasi laut. Cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Sitaro di akhir tahun turut menjadi perhatian utama dalam pengaturan distribusi.
Rapat diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk membentuk tim pemantau ketersediaan BBM selama masa libur akhir tahun. Pemerintah berharap, langkah antisipatif ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial di Kepulauan Sitaro. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









