Sitaro, TRIBRATA TV
Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Peduli Sulut (PMPS), Mordekhai Massie mengatakan sebagai anak bangsa harus menghormati segala proses hukum yang ada.
Hal ini dikatakannya menanggapi kasus di kediaman Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdi Sambo.
“Kita sebagai anggota masyarakat yang peduli pada bangsa ini perlu merasa penting untuk turut memberi andil mengawal dan terus mendorong agar penegakan hukum dan keadilan di negeri kita ini bisa semakin hari semakin baik, tetapi bukan berarti hak kebebasan berpendapat membuat kita kehilangan kontrol dengan membuat pernyataan yang tidak mencerminkan seorang anak bangsa yang baik, “kata Mordekhai kepada TRIBRATA TV, Minggu (31/7/2022).
Bagi Mordekhai, untuk menghormati hukum baiknya dengan mengawal proses hukum dengan cara dan etika yang tidak melanggar, bukan dengan mencederai hukum itu sendiri, dengan membuat pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau anda membuat pernyataan menuduh misalnya pada kasus tembak menembak yang terjadi, terus anda sudah mengatakan atau sudah menduga kuat, menghakimi bahwa seakan-akan beliau terlibat dan lain-lain, dasarnya apa? Bukti-bukti apa yang mendasari anda sehingga berpendapat seperti itu, “ungkapnya.
Dia pun menghimbau kepada setiap pihak untuk kiranya dapat lebih beretika, menjadi anak bangsa yang cerdas untuk menyikapi segala hal yang terjadi. Apalagi kita yang hidup sebagai umat beragama.
Mordekhai menambahkan, proses hukum sedang berlangsung, biarlah institusi Polri bekerja. Ia berharap agar semua pihak tidak saling menghakimi, juga tidak tidak menyampaikan asumsi dan karangan bebas yang dapat menjadi liar, pemberitaan dan opini publik yang menyesatkan.
“Marilah kita mengawal ini juga terus mendorong dengan tidak memberi statement-statement atau pernyataan yang dikatakan liar, institusi Polri sudah memberikan ruang yang cukup dengan melibatkan Kompolnas, Komnasham dan juga lainnya dalam proses pengusutan kasus tersebut. Banyak pihak dan tidak sedikit juga LSM yang mengawal kasus ini, “katanya.
Ia menghimbau agar semua pihak dapat menghargai dan menghormati proses hukum dengan tertib dan menjaga kredibilitas jati diri sebagai anak bangsa.
“Sebab jika kita sendiri tidak menghormati rumah besar kita, bangsa kita sendiri, siapa lagi, indikator-indikatornya adalah itu, kalau ada kekeliruan kita boleh berikan masukan, pertimbangan-pertimbangan tetapi tidak kemudian dengan membuat pernyataan yang tidak mendasar dan tidak bisa dibuktikan, “tegasnya.
Lebih lanjut Massie berharap kiranya netralitas dan profesionalitas serta kondisi penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia ini bisa berlangsung kondusif untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan yang menyakiti hati para anak-anak bangsa.
Ia juga meminta agar semua pihak dapat mendukung Polri untuk mengusut tuntas kasus ini. Mengapresiasi langkah Polri dibawah komando Kapolri yang sangat transparansi, objektif dan sesuai aturan dengan membentuk tim gabungan dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J.
Massie pun memberikan dukungan pada Polri untuk menindak tegas dan menangkap para penyebar kabar dan berita bohong, termasuk konten-konten bohong yang mengandung fitnah atau ujaran kebencian yang mencoreng rasa keadilan di negeri ini.
“Jangan sungkan pak Kapolri, harkat dan martabat 434.135 orang personil Polri dan kewibawaan Polri dipercayakan di pundak pak Kapolri, tetap semangat mengabdi pak, “tandas Mordekhai. (jemi lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








