‎Menanti Tangkap ‘GS’ Bos Kartel Narkoba Diduga Dalang Pembacokan dan Penganiayaan

- Editorial Team

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

‎Dugaan kasus penculikan dan penganiayaan sadis terhadap korban, Ramadsyah di kawasan Jermal VII Ujung, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (30/5/2026) malam dibenarkan kakak korban, bernama Suwarni, Senin (1/6/2026).

‎Korban diduga menjadi sasaran penyerangan oleh puluhan orang sambil membawa senjata tajam. Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

‎Menurut Suwarni, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, sesaat setelah azan Magrib berkumandang. Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan. Suwarni berharap para pelaku segera ditangkap.

‎”Lebih kurang lima puluh orang membawa senjata tajam datang ke tempat kos adik saya. Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pinta Suwarni.

‎Korban diketahui ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Medan. Ia mengalami luka bacok di bagian kepala, luka koyak pada pergelangan kaki, dan luka bacok pada lengan kiri.

‎Dalam video yang beredar, terdengar percakapan antara korban dan kakaknya yang merupakan anggota TNI. Saat ditanya mengenai pelaku yang melakukan penyerangan, korban menyebut semua atas perintah GS lebih dari lima puluh orang.

‎Selain itu, sejumlah warga di kawasan Jermal mengaku resah dengan situasi keamanan di lingkungan mereka. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah beberapa kali terjadi tindak kriminal di wilayah tersebut.

‎”Banyak kejadian bang. Warung saya pernah kehilangan ponsel dan uang puluhan juta rupiah. Tetangga juga pernah kehilangan emas, ada juga sepeda motor yang hilang. Warga sebenarnya takut, makanya banyak yang memilih diam disini bos bandar besar,” ungkap warga.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat segera diungkap secara transparan oleh aparat penegak hukum untuk memberikan rasa keadilan bagi korban maupun keluarganya.

‎Korban dugaan penculikan dan penganiayan ternyata tidak seorang diri. Informasi yang diperoleh, rekan korban bernama Bram juga mengalami hal serupa, sadisnya lagi jari-jari tangan Bram putus akibat penganiayaan berat, dan sampai saat ini masih disekap belum pulang ke rumah.

‎“Ada korban lain selain adik aku yang diculik mereka. Informasinya kondisi putus jari-jari tangannya dan sampai sekarang Bram belum pulang ke rumah. Katanya masih disekap oleh anggota GS,” kata Serka Dedek Andiruka, abang korban, Minggu (31/5/2026).

‎Kata dia, malam itu ia mengetahui adiknya diculik sekelompok pemuda atas suruhan GS. Setelah itu Dedek mencari teman lalu menghubungi GS lewat WhatsApp dengan kalimat “agar kau kembalikan adik aku dalam keadaan apapun juga”, Tak lama kemudian adiknya ditinggalkan di RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Medan.

‎Lebih jauh, Dedek menuturkan, saat kejadian lebih dulu menganiaya korban dan temannya bernama Bram (20), anak penjual pecal, warga Jalan Jermal VII, Komplek Veteran, Kecamatan Medan Denai. Dedek menegasakan perlakukan suruhan GS tersebut sudah melebihi dari PKI.

‎“Saya minta agar para pelaku dan penyuruh segera ditangkap. Kelakukan kelompok itu selama ini juga telah membuat ketidak nyamanan warga sekitar, apalagi kejadian biadab ini membuat warga semakin tidak nyaman jika para pelaku tidak ditangkap,” pungkas dia.

‎Adapun laporan polisi Nomor LP/B/2299/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, pelapor Dini Aulia Syahara.

‎Dini mengatakan, saat tiba di rumah sakit, korban ditemukan dalam keadaan luka bacok di bagian kepala, luka koyak di pergelangan kaki kanan, luka bacok pada lengan kiri.

BACA JUGA  Satu Keluarga Dibacok di Langkat, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Sekitar 50 orang diduga suruhan GS mengatasnamakan anggota ormas melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap adik anggota TNI, Serka Dede Andiruka.

BACA JUGA  Kapolresta Pontianak: Pelaku Pembacokan di Jalan HM Suwignyo Masih Diburu

Rahmadsyah (45) dibantai di Jalan Jermal VII Ujung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (30/5/2026) sekira pukul 19.00 WIB.

Rahmadsyah, saat itu sedang di rumah kontrakannya, tiba-tiba datang sekelompok pemuda menyerang membabi buta dan melakukan penculikan dan menganiaya hingga mengalami lubang bacok di Kepala dan sekujur tubuh.

BACA JUGA  Waduh! Kepling Terpilih di Kelurahan Denai Dikutip Rp10 Juta

Tindakan tersebut bagaikan pasukan PKI yang tidak berperikemanusiaan, karena membuang korban di depan ke RS Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass, Kota Medan.

‎Informasi dihimpun, korban diserang di rumah kontrakannya, kemudian diculik dan menyiksa serta membacok korban pakai kelewang, setelah puas melancarkan aksinya, korban dibuang di depan RS Muhammadiyah.

‎Dalam rekaman, korban menjelaskan, ia didatangi sekitar 50 orang diduga suruhan bernama Guntur yang disebut sebagai Ketua.

‎”Yang bacok si IS pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada 50 orang. yang gondrong Soek bilang mati kau mati,mati kau mat, ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur. Perintah, matikan-matikan ini perintah ketua,” kata korban. (Bon)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎
Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
Kapolres Tapanuli Utara Sambut Hangat Awak Media, Tegaskan Komitmen Kolaborasi dan Restorative Justice
PJS Sambut Kapolres Nias Selatan yang Baru, Dorong Sinergi Polisi dan Media
Gelapkan Motor Atlet Disabilitas, Jukir dan Penadah Gol di Polsek Medan Kota
Ketua PDI Perjuangan Sumut Serahkan Beasiswa di Enam Kecamatan Samosir
SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis
AKP Sunipan Gurusinga, S.H.: Polisi Pembaharu yang Humanis, Hadir Nyata di Tengah Rakyat

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 03:54 WIB

Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎

Senin, 20 Juli 2026 - 13:19 WIB

Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti

Senin, 20 Juli 2026 - 12:53 WIB

Kapolres Tapanuli Utara Sambut Hangat Awak Media, Tegaskan Komitmen Kolaborasi dan Restorative Justice

Senin, 20 Juli 2026 - 08:26 WIB

Gelapkan Motor Atlet Disabilitas, Jukir dan Penadah Gol di Polsek Medan Kota

Senin, 20 Juli 2026 - 06:34 WIB

Ketua PDI Perjuangan Sumut Serahkan Beasiswa di Enam Kecamatan Samosir

Berita Terbaru

Peristiwa

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Senin, 20 Jul 2026 - 14:37 WIB