Sitaro, TRIBRATA TV
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) secara resmi mengumumkan adanya gangguan sementara pada layanan telekomunikasi dan internet yang akan terjadi di sejumlah wilayah.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, SKM, pada Jumat, 27 Maret 2026, sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat terkait kondisi layanan digital ke depan.
Gangguan ini tidak terjadi tanpa sebab. Pemerintah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari pekerjaan perbaikan kabel serat optik bawah laut Palapa Ring Tengah pada segmen Tahuna–Melonguane.
Proyek perbaikan ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas jaringan komunikasi di kawasan kepulauan yang selama ini bergantung pada infrastruktur tersebut.
“Ini adalah langkah strategis untuk memperbaiki dan memperkuat jaringan ke depan,” ujar pihak pemerintah dalam keterangannya.


Berdasarkan informasi resmi, pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung sejak 1 hingga 25 April 2026, dengan periode gangguan paling signifikan diperkirakan terjadi pada 16 hingga 24 April 2026.
Pada rentang waktu tersebut, masyarakat di beberapa wilayah akan merasakan penurunan kualitas jaringan, bahkan kemungkinan kehilangan akses sementara.
Wilayah yang terdampak meliputi Pulau Siau, Pulau Makalehi, Kampung Mulengen di Tagulandang, Kecamatan Tagulandang Utara, serta area layanan Telkomsel di Botto Tagulandang.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap jaringan internet untuk kebutuhan komunikasi, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi.
Namun di tengah keterbatasan itu, pemerintah juga membawa kabar yang sedikit melegakan. Beberapa wilayah dipastikan tidak terdampak oleh gangguan ini.
Pulau Biaro, Kecamatan Tagulandang, serta Tagulandang Selatan disebut tetap terlayani melalui jalur Base Transceiver Station (BTS) yang masih berfungsi normal.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan alternatif layanan untuk meminimalisir dampak yang terjadi di tengah masyarakat.
Akses internet masih dapat digunakan melalui jaringan alternatif seperti Starlink dan layanan dari BAKTI, meskipun diakui kecepatan dan jangkauannya terbatas.
Layanan alternatif tersebut difokuskan pada titik-titik penting seperti kantor desa, sekolah, dan puskesmas agar pelayanan publik tetap berjalan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sitaro, Dr. Indra E. H. N. Purukan, M.MT., menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi selama proses perbaikan berlangsung.
Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna memastikan gangguan tidak berlangsung lebih lama dari jadwal yang telah ditentukan.
“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi ini dan menyesuaikan penggunaan layanan komunikasi selama masa perbaikan,” ujarnya.
Imbauan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengantisipasi kendala, terutama dalam aktivitas yang sangat bergantung pada koneksi internet.
Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya pemerataan dan penguatan infrastruktur digital di wilayah kepulauan.
Meski sementara menimbulkan ketidaknyamanan, langkah perbaikan ini diyakini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Pemerintah optimistis bahwa setelah proses ini selesai, kualitas layanan telekomunikasi di Sitaro akan menjadi lebih stabil dan andal.
Dengan demikian, pelayanan digital kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih optimal, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan konektivitas di era modern. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









