Jayapura, TRIBRATA-TV
Suasana khidmat menyelimuti Gedung Megantara Lanud Silas Papare, Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (24/9/2025).
Ratusan orang dari berbagai latar belakang berkumpul, menundukkan kepala dalam doa bersama lintas agama, menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tahun ini memasuki usia ke-80.
Doa bersama tersebut menjadi rangkaian awal menuju puncak peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2025 mendatang. Dalam kesempatan itu, hadir Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Mokh. Mukhson, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura Pdt. Alberth Yoku, S.Th., M.Th., unsur Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan Basarnas Jayapura.
Acara dibuka dengan doa bergantian dari perwakilan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Lantunan doa yang berbeda-beda keyakinan itu berpadu dalam satu tujuan: memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa agar TNI selalu diberi kekuatan, keselamatan, dan keberhasilan dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan bangsa.
Dalam sambutannya, Komandan Lanud Silas Papare menegaskan doa lintas agama ini adalah simbol kebersamaan. “TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan tetap mengabdi untuk kepentingan rakyat. Melalui doa lintas agama ini, kita mengingatkan kembali bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan persatuan adalah pondasi yang membuat bangsa ini tetap kokoh,” ucapnya.
Plt Sekda Jayapura Abdul Rahman Basri yang hadir mewakili pemerintah daerah menambahkan, pemerintah setempat mendukung penuh kehadiran TNI di Papua.
“Kami mengapresiasi peran TNI yang senantiasa menjaga kedaulatan NKRI di tanah Papua. Doa bersama ini bukan hanya seremonial, tapi juga bentuk penghargaan kami kepada prajurit yang berkorban untuk bangsa,” katanya.
Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, juga menegaskan pentingnya spiritualitas dalam setiap langkah pengabdian.
“Di tengah tantangan yang besar, hanya doa dan iman yang mampu menguatkan kita semua. Kehadiran TNI dan Polri harus terus berlandaskan pada nilai ketuhanan, karena kita adalah bangsa yang berdiri di atas prinsip itu,” tuturnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana. Para tokoh agama, pejabat, hingga prajurit TNI tampak berbaur tanpa sekat, menjadikan doa bersama ini bukan hanya simbol spiritualitas, melainkan juga momentum kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Dari Sentani, doa-doa yang terucap sore itu seakan menjadi bekal semangat baru bagi TNI yang akan memasuki usia delapan dekade, untuk terus menjaga Indonesia dengan pengabdian tanpa pamrih. (Roy Hamadi)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









