Langkat, TRIBRATA TV
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat menggelar acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Sumatera Utara, Yudi Suseno Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Dalam sambutannya, Yudi menyampaikan rasa syukurnya atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan tidak hanya untuk membina warga binaan secara mental dan spiritual, namun juga secara ekonomi, agar mereka siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.
“Pembinaan bukan hanya soal disiplin, tetapi juga tentang memberikan bekal keterampilan dan ekonomi. Kita ingin mereka punya tabungan, punya hasil dari kerja keras mereka yang bisa dibawa pulang saat bebas nanti,” ujar Yudi, Selasa (21/10/2025).
Yudi menjelaskan program kerja sama ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, yang akan memfasilitasi rekening khusus bagi warga binaan. Hasil dari kegiatan pembinaan seperti pertanian, peternakan maggot dan ayam, serta pengolahan hasil panen akan disalurkan ke rekening masing-masing warga binaan, yang hanya bisa diakses saat mereka bebas nantinya.
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Kepala Dinas terkait melalui Kabid-nya turut mengapresiasi langkah ini dan menyatakan siap memberikan dukungan berupa penyuluhan, bantuan bibit, serta pendampingan teknis.
“Kami melihat potensi besar dari program ini. Ke depan, kita akan evaluasi komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti jagung, cabai merah, hingga padi. Bahkan saat ini sedang diuji coba varietas padi unggul di Asahan yang hasilnya bisa tembus 12 ton per hektar,” jelasnya.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk menjadikan program ini berkelanjutan dan berdampak nyata.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat wilayah, kepala UPT, perwakilan Komnas Desa,perwakilan dari koperasi merah putih’ Bank Rakyat indonesia (BRI)serta mitra kerja lainnya yang turut menyatakan komitmennya dalam menyukseskan kerja sama ini.
“Yang paling sulit bukan saat mereka di dalam lapas, tapi setelah mereka bebas. Jangan sampai mereka keluar tanpa bekal, karena itu yang sering menjadi akar dari kriminalitas berulang. Kita ingin putus mata rantai itu dengan pembinaan yang benar-benar berdampak,” tutup Yudi.
Dengan kerja sama lintas sektor ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat berharap dapat menjadi model pembinaan terpadu yang tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi warga binaan. (Budi Triono)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








