Kapal Penuh Mayat Hidup: Keselamatan Dikorbankan, Keuntungan Dikejar, Nahkoda Tersangka

- Editorial Team

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado, TRIBRATA TV

Tragedi KM Barcelona VA kini memasuki babak baru. Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) resmi menetapkan kapten kapal berinisial IB sebagai tersangka dalam insiden kebakaran yang merenggut tiga nyawa dan membuat ratusan lainnya trauma. Namun di balik penetapan ini, publik mulai mempertanyakan sistem pengawasan yang lebih luas—bukan sekadar menyalahkan satu orang di balik kemudi.

“Benar, sudah ada penetapan tersangka. Inisial IB, kapten kapal,” ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, Senin malam (21/7/2025). Pernyataan ini sontak menimbulkan gemuruh keprihatinan di tengah masyarakat maritim yang selama ini mengandalkan moda transportasi laut sebagai urat nadi kehidupan.

Penetapan ini berdasarkan temuan awal penyidik Ditpolairud Polda Sulut yang mengindikasikan ketidaksesuaian antara jumlah penumpang dalam manifes resmi dengan realita di lapangan. KM Barcelona VA seharusnya mengangkut 280 penumpang, namun kenyataannya kapal itu penuh sesak dengan 571 orang.

“Sesuai manifes penumpang itu ada 280. Ternyata melebihi dari manifes,” tegas Alamsyah. Pelanggaran berat ini menandai bahwa ada persoalan sistemik dalam pengelolaan keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan, yang tidak bisa hanya dibebankan pada kapten seorang.

Pemeriksaan tidak berhenti pada sang nakhoda. Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) juga tengah diperiksa secara intensif. Penyidik mendalami apakah mereka juga memiliki peran dalam kelalaian yang menyebabkan kebakaran dan korban jiwa. “Untuk yang lainnya, sementara masih dalam proses pengembangan,” tambah Alamsyah.

BACA JUGA  Dampak Kenaikan BBM, Pemda Sitaro Segera Sesuaikan Tarif Angkot

KM Barcelona VA mengalami kebakaran hebat di perairan Talise, Minahasa Utara, saat dalam pelayaran dari Talaud menuju Manado. Api mulai berkobar sekitar pukul 14.00 WITA, membakar sebagian besar badan kapal. Ketika itu, suasana di atas kapal berubah panik. Jerit dan tangis bersatu dengan gelombang laut yang terus bergulung.

Berdasarkan data dari Basarnas Manado, 568 orang berhasil diselamatkan. Namun tiga jiwa tak tertolong: Asna Lapae (50), Zakaria Tindiuling, dan Juliana Humulung (40)—ketiganya adalah pasien yang hendak berobat ke Manado. Nasib tragis mereka menjadi simbol dari lemahnya pengawasan atas transportasi laut penumpang.

Masih ada dua penumpang lain yang dilaporkan hilang, yaitu Levi Aiba dan Hamen Langinan. Pencarian terhadap keduanya masih terus dilakukan, dibayangi harapan tipis dan duka mendalam dari keluarga mereka.

Kebakaran diduga bermula dari salah satu kamar penumpang. Namun penyebab pastinya belum dipastikan secara resmi. Dugaan awal ini menambah kompleksitas penyidikan, karena membuka kemungkinan adanya kelalaian teknis yang seharusnya dicegah oleh sistem keamanan kapal.

BACA JUGA  Bupati Hadiri Ibadah Syukur 47 Tahun GMIST Resort Siau Barat

Kisah tragis ini bermula dari perubahan jadwal keberangkatan. KM Barcelona VA seharusnya berlayar pada Sabtu (19/7/2025) pukul 18.00 WITA, namun tertunda hingga Minggu dini hari karena alasan cuaca. Penundaan ini tidak diiringi evaluasi ulang terhadap kondisi teknis kapal maupun jumlah penumpang yang terus bertambah menjelang keberangkatan.

Kepanikan menyelimuti dek kapal saat api mulai menyebar. Penumpang yang sadar akan bahaya segera mengenakan pelampung lalu melompat ke laut, berharap keajaiban dari arus laut dan pertolongan cepat dari tim penyelamat.

Beruntung masyarakat cepat membantu terlebih dahulu dengan didukung video secara secara virtual bagaimana warga lokal dari Pulau Talise dan Gangga bergerak cepat menuju lokasi menggunakan kapal nelayan.
Kemudian menyusul dari tanggap darurat dan Tim gabungan dari Basarnas, Brimob, Bakamla, Lanal, serta kapal penumpang lainya seperti KM Cantika dan KM Venencian bergerak cepat menuju lokasi. Aksi penyelamatan ini menjadi potret kemanusiaan yang membalut luka kolektif pasca tragedi. (Torang langsung datang cepat karena so lia itu kapal so ba asap hitam ) “Kami segera cepat datang untuk menyelamatkan karena mereka melihat kapal sudah berasap hitam,” Ungkap Hendrik warga pulau Gangga.

BACA JUGA  Mendorong Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi: Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual di Sitaro

Kini kapal naas itu berada dalam pengawasan tim patroli PLP Bitung. Meski apinya telah padam, bara pertanyaan publik masih menyala: Siapa lagi yang harus ikut bertanggung jawab? Apakah sistem keselamatan pelayaran di Indonesia Timur sudah layak? Apakah ada pengawasan dari pihak perusahaan pemilik kapal, PT Surya Pacific Indonesia?

Masyarakat berharap tragedi ini tak hanya berakhir di meja penyidik atau ruang persidangan nakhoda IB. Perlu ada evaluasi menyeluruh dari kementerian perhubungan, pengelola pelabuhan, dan perusahaan pelayaran agar tidak ada lagi keluarga yang harus kehilangan karena kelalaian di laut. Sebab, di atas setiap dek kapal, nyawa manusia lebih berharga dari jadwal dan keuntungan. (Jemi Lahutung)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka
Pria Bugil yang Viral Terima Pesanan Online Diberi Pembinaan
Polisi: ASN BPN Nias Lompat dari Lantai 12 Usai Kencan
Pohon Tumbang di Jalan Agrowisata Turi Sleman Timpa Pengendara Motor, Korban Terjepit Batang Kayu

Berita Lainnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43 WIB

Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:43 WIB

Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka

Berita Terbaru