Sitaro, TRIBRATA TV
Beredarnya informasi di media sosial mengenai bantuan erupsi Gunung Api Ruang yang berada di Puskesmas Pembantu (Pustu) Apengsala memicu berbagai tanggapan dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Untuk meredam spekulasi, Kepala Pelaksana BPBD Sitaro, Joickson Sagune, memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Menurut Joickson, keberadaan bantuan di Pustu Apengsala tidak ada kaitannya dengan isu penyalahgunaan. “Bantuan tersebut memang berada di lokasi itu karena sejak awal, Pustu Apengsala dijadikan Posko Utama penanganan bencana,” jelasnya.
Hal ini telah sesuai dengan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang menetapkan bantuan tersebut diperuntukkan bagi dua kampung terdampak, yaitu Pumpente dan Laingpatehi.
Masyarakat yang mengungsi di Rusunawa Bitung dan BPMP Pineleng telah menerima distribusi tahap pertama bantuan tersebut pada Juni hingga Juli lalu. Selain itu, bantuan juga dialokasikan untuk pengungsi mandiri yang masih berada di Pulau Tagulandang. “Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan transparan sesuai peruntukannya,” tambah Joickson.
Ia juga menjelaskan alasan distribusi tahap kedua mengalami penundaan. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelaksanaan Pemilukada. “Kami meminta masyarakat bersabar, karena distribusi tahap kedua akan segera dilakukan setelah situasi memungkinkan,” katanya.
Joickson menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak tanpa adanya penyalahgunaan. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar di media sosial, terutama yang tidak jelas sumbernya.
“Kami minta masyarakat lebih bijak memilah informasi dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif,” ujarnya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani dampak erupsi Gunung Api Ruang secara bersama-sama.
Masyarakat terdampak erupsi, seperti Marni, seorang warga Pumpente, mengaku memahami alasan penundaan distribusi. “Yang penting kami tahu bahwa bantuan ada dan akan segera disalurkan, meski harus menunggu,” katanya. Hal serupa diungkapkan oleh warga lain yang berharap transparansi tetap dijaga.
Pemerintah daerah berharap klarifikasi ini dapat menjawab keresahan masyarakat dan mengurangi potensi kesalahpahaman. Erupsi Gunung Api Ruang telah membawa tantangan besar bagi masyarakat Kepulauan Sitaro, namun kerja sama dan kesabaran dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi masa sulit ini.
“Semua bantuan akan disalurkan sesuai kebutuhan, dan kami berterima kasih atas pengertian masyarakat,” tutup Joickson. Sementara itu, pemerintah terus memonitor perkembangan situasi dan memastikan bahwa proses distribusi berikutnya berjalan dengan lancar.
Untuk informasi resmi terkait bantuan dan penanganan erupsi, masyarakat diminta mengikuti pengumuman dari sumber-sumber yang terpercaya seperti BPBD dan BNPB. Hentikan penyebaran informasi yang belum diverifikasi demi menjaga harmoni di tengah krisis ini.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









