8 Bulan Berlalu, Camat Somambawa Tak Minta Ma’af Atas Makiannya Saat Video Call

- Editorial Team

Senin, 15 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias, TRIBRATA TV

Hampir delapan bulan kejadian yang ramai viral di media sosial terkait perkataan kotor oknum Camat Somambawa Kabupaten Nias Selatan, Fatizamuala Telaumbanua (FT) yang dilontarkan melalui telepon video call aplikasi WhatsApp. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 27 Maret 2021).

Namun disayangkan hingga sampai berita ini diturunkan tak ada itikad baik untuk meminta ma’af kepada warga.

Sebagaimana diketahui dalam video tersebut yang berdurasi 4:24 menit, FT melontarkan kata kasar dan koror dalam bahasa Nias,“Bakha Mbawamono, O’ihininamono”.

Warga menyesali perkataan Camat FT yang melontarkan kata-kata kasar dan kotor saat tampil dalam tayangan langsung melalui telefon Video Call aplikasi WhatsApp.

Faudunasokhi Bu’ulolo, salah seorang warga Desa Sinar Susua Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan, ketika dikonfirmasi TRIBRATA TV pada Kamis (11/11/2021) mengatakan perkataan camat itu benar dilontarkannya kepadanya melalui telefon video call sekira pukul 23.00 WIB malam.

BACA JUGA  PDIP Bagi 10 Ribu Paket Sembako di Kepulauan Nias

“Sangat menyesali sikap seorang pejabat yang berkata kasar dan kotor. Perkataan FT telah melanggar norma etika dan norma hukum,” ungkapnya.

Ia menilai sangat tak pantas pejabat berkata kasar dan kotor. Terlebih perkataan itu di lontarkan secara emosi.

“Hal ini tak mencerminkan ketauladanan yang patut dicontoh. Jelas akan berdampak bagi anak-anak dan sudah pasti akan ditiru oleh anak-anak,” tegasnya.

“Anak Indonesia butuh teladan baik dari para pejabat, itulah awal revolusi mental. Jika tidak, maka politisi minus negarwan ini lah peniup lonceng kematian generasi,” tambahnya lagi.

Faudunasokhi, secara tegas meminta FT segera meminta maaf secara terbuka kepada publik terutama kepada anak-anak.

Ia berharap, Bupati dapat melakukan langkah-langkah fungsi pengawasan terhadap Camat Somambawa untuk memberikan kepemimpinan yang baik di tengah-tengah masyarakat serta penegakkan kode etik ASN untuk menjamin tegaknya pemerintahan yang baik.

BACA JUGA  DPRD Nias Paripurna Sertijab Bupati & Wakil Bupati

Sementara Camat Somambawa FT kepada TRIBRATA TV saat dikonfirmasi Jumat (12/11/2021) melalui telefon seluler mengatakan, “nanti saya hubungi bapak karena lagi ada pertemuan di tempat Kabag Keuangan”. Namun sampai sore hari belum ada dihubungi balik.

Kemudian, wartawan TRIBRATA TV mengkonfirmasi kembali pada Minggu (14/11/2021), ternyata orang lain yang mengangkat telefon dan mengatakan yang bersangkutan lagi mandi.

Setelah beberapa menit, wartawan TRIBRATA TV menghubungi kembali FT, namun hal yang sama orang lain yang bicara mengatakan sudah bobo bapak.

TRIBRATA TV mengkonfirmasi kembali FT melalui WhatsApp Senin (15/11/2021). Ia menjawab, “baik terimakasih atas bantuan bpk sebelumnya, dan kalo boleh sy kasi infor bhw masalah Vidio itu sudah banyak media yg sudah klarifikasi, ttp sy tidak mengikuti atau memantau di fb. Sekali terimakasi atas bantuan bpk. “Mohon maaf pak menyangkut dgn tanggapan sy tdk bisa sy kirim mll wa atau telfon seluler…..sekali lagi mohon maaf ya pak”.

Diduga Camat Samambawa FT enggan memberikan tanggapan kepada wartawan. (F.Lase)

BACA JUGA  Camat Lumut Kesal pada Kades Masundung Karena Pecat Sekdes

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi
Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Berita Lainnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:34 WIB

‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:36 WIB

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Berita Terbaru