Sitaro, TRIBRATA TV
Mengetahui ada kapal TB Madu Jaya I serta 2 tongkang Hi Trade No.5 dan Coastal No. 42 berbendera Malaysia yang mengapung di wilayah perairan sebelah barat Pulau Makalehi, Komandan Pos AL
(Posal) Siau Letda Laut (P) Didik Santoso segera berkordinasi untuk mengetahui informasi kapal tersebut.
Diketahui kapal tersebut telah 2 hari mengapung di perairan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Posal Siau, bahwa pada Jumat (10/03/2023) sekira pukul 09.30 WITA menerima telepon dari Camat Siau Barat, Buyung Mangangue terkait kapal yang mengapung di wilayah perairan sebelah barat Makalehi.
“Kami pun langsung berkoordinasi dengan Kapitalau Makalehi dan petugas Syahbandar yang ada di Makalehi untuk mendapatkan informasi awal tentang kapal tersebut. Juga berkoordinasi dengan Babinsa Makalehi,” kata Letda Laut (P) Didik Santoso.
Pada saat itu juga pukul 13.00 WITA, anggota Posal bersama Babinsa Makalehi berangkat menuju ke Pulau Makalehi dengan menggunakan perahu milik masyarakat dari Teluk Pehe Kecamatan Siau Barat.
Setibanya di Pulau Makalehi, anggota Posal beserta Babinsa Makalehi dan Kapos Makalehi menuju ke TB.Madu Jaya I untuk monitoring dan pengambilan dokumentasi.
Namun Nahkoda TB Madu Jaya I menyampaikan dokumen kapal itu ada di Tugboat yang saat itu dalam perjalanan menuju ke Serawak. Sejumlah dokumen berupa Lesen Boat dan Bea Cukai dari Pemerintah Kepulauan Salomon serta Pasport berada di Tugboat tersebut.
Dalam kesempatan berikutnya, Kapitalau (Kepala Desa) Makalehi, Stevenly Tateheng Daku bersama petugas Syahbandar, Beri Kaipo mendatangi kapal itu untuk mengkonfirmasi dan menanyakan maksud dan tujuan kapal tersebut mengapung di perairan Makalehi. juga untuk mengambil dokumentasi baik dokumen berupa Lesen Boat, Bea Cukai dari Pemerintah Kepulauan Salomon dan Pasport serta foto kapal TB beserta tongkangnya yang bermuatan besi tua berupa alat berat dan mesin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kapal Tugboat dan Tongkang tersebut berlayar dari pelabuhan Salomon menuju Sarawak, Malaysia pada 05 Februari 2023 dengan membawa alat berat jenis excafator rusak dan truk tidak layak pakai/rusak serta kontainer berisi mesin-mesin rusak.
Menurut DanposalKapal Tongkang tersebut terhenti di Pulau Makelehi pada Kamis 9 Maret 2023 sekitar 2 mil laut sebelah Barat dari Pulau Makalehi karena kehabisan bahan bakar.
“Salah satu kapal Tugboat yang bernama TB.Omegastar dengan ABK 9 orang bersama dua awak kapal melepaskan tali penarik salah satu kapal tongkang dan melanjutkan pelayaran ke Sarawak Malaysia mengambil BBM untuk kapal TB. Madu Jaya I, “tuturnya.
TB. Madu Jaya I diperkirakan akan kembali berlayar 4-5 hari kedepan atau sekitar tanggal 14 – 15 Maret 2023.
“Sampai saat ini hari Jumat (10/3/2023) posisi terakhir kapal TB.Madu Jaya I dan 2 tongkang ada di sekitar 2 mil laut sebelah Barat Pulau Makalehi, ” tukas Didik Santoso.
Adapun ABK TB. Madu Jaya I diantaranya Engan Jok (64), Saw Myint Naing (47), Basavaraj Sidaraddi (28), Jithu Premji Sujatha (27). Saat ini kapal itu masih menunggu TB.Omegastar mengambil BBM di Serawak Malaysia.
Camat Siau Barat, Buyung Mangangue saat ditemui menyampaikan pihak Pemerintah Daerah melalui Pemerintah Kecamatan selalu melakukan koordinasi bersama Pos AL
“Kami tetap selalu berkoordinasi, kan disini ada Pos AL, ada POA (Pengawasan Orang Asing) yang pasti akan tetap dipantau dorang pe aktivitas, “ujar Camat.
Bersamaan dengan itu Dan Posal Siau Letda Laut (P) Didik Santoso menyampaikan pihaknya tetap melakukan usaha yang terbaik untuk mendapatkan informasi awal tentang kapal tersebut.
Dirinya menyampaikan terimakasih atas kerjasama baik dari pemerintah kecamatan, pemerintah Kampung Makalehi, petugas Syahbandar juga warga sekitar yang membantu. Walaupun ditemui beberapa kendala dilapangan namun Posal Siau tetap siap dalam situasi apapun.
“Walaupun dengan kendala yang ada, namun sebagai prajurit Angkatan Laut kami tetap siap dengan keadaan apaapun. Kami mendapatkan kendala pertama adalah anggota kami terbatas, kedua alat untuk operasi terkait sekarang ini kondisinya juga tidak siap, “pungkasnya.
Oleh karenanya bersama anggota Posal lainnya berkoordinasi dengan pemerintah setempat menggunakan kapal/perahu nelayan masyarakat yng punya sekitar sini.
Didik Santoso berharap kiranya rencana Posal akan dijajarkan atau setingkat Koramil dapat segera terlaksana. “Jadi jumlah anggotanya akan menjadi 15, dengan adanya anggota yang mencukupi itu dan juga didukung dengan alat operasi yang mumpuni kiranya dapat melaksanakan evakuasi baik bencana alam, maupun terhadap keamanan wilayah perairan di sekitaran perairan siau dapat kedepannya lebih baik lagi, ” tutup Danposal. (jemi lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









