Ditolak 2 RS, Siswa Yatim Piatu Penderita Tumor Otak di Sumut Meninggal

- Editorial Team

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang teman memeluk erat Arjuman saat menjenguknya.

Seorang teman memeluk erat Arjuman saat menjenguknya.

Paluta, TRIBRATA TV

Video tentang kisah Arjuman, siswa SMANSA Halongonan, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut viral. Arjuman yang dikenal aktif dan baik di sekolah, harus pergi selamanya.

Namun kepergian Arjuman tak hanya meninggalkan tangis, melainkan juga kisah yang sangat mengharukan. Tentang perjuangannya melawan penyakit selama ini.

Arjuman ditinggal ayahnya saat berusia 5 tahun. Tak lama berselang, ibunya pun menyusul ketika ia baru akan masuk sekolah dasar. Sejak itu, ia tumbuh bersama abang yang telah berkeluarga.

Tanpa orang tua, tanpa banyak keluhan, ia menjelma menjadi sosok yang tangguh dan selalu tersenyum.

Tak ada yang menyangka, di balik tawanya yang lepas, Arjuman menyimpan rasa sakit yang tak terucap.

Saat kelas 2 SMA, ia mulai sering mengeluh sakit kepala. Kadang ia hanya pergi ke UKS, menelan obat, lalu kembali bercanda seperti biasa. Ia pandai menyembunyikan deritanya.

BACA JUGA  Ibunda Calon Wabup Toba, Murphy Sitorus Dimakamkan

Memasuki kelas 3, rasa sakit itu makin menjadi. Teman-temannya sering melihatnya mengikat kepala dengan dasi atau karet. Mereka pikir itu hanya gaya atau candaan. Ternyata, itu caranya menahan nyeri yang berdenyut hebat di kepalanya.

Menjelang semester dua, Arjuman semakin sering izin tak masuk sekolah. Sampai suatu hari, kabar itu datang begitu cepat— ia tumbang.

Saat guru dan teman menjenguknya, ia baru saja pulang dari rumah sakit. Dokter menyarankan operasi. Namun entah mengapa, rumah sakit pertama menolak. Ia dibawa ke rumah sakit kedua, dan kembali ditolak. Harapan seolah dipantulkan berkali-kali.

Kondisinya kian memburuk. Di rumah sakit ketiga, Arjuman sempat koma dan dilarikan ke ICU pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 03.00 dini hari.

BACA JUGA  Polres Raja Ampat Berangkatkan 247 Casis Polri Menuju Manokwari

Namum tepat pukul 15.00 menjelang Ashar, ia mengembuskan napas terakhirnya.

Kabar duka itu tiba di sekolah sekitar pukul 15.45. Bel pulang belum berbunyi. Teman-temannya masih duduk di kelas, tak menyangka bahwa rencana menjenguknya esok hari tak akan pernah terwujud. Tangis pecah.

Setelah kepergiannya, sebuah kenyataan memilukan terungkap. Selama dua tahun, Arjuman memendam penyakitnya sendiri: tumor otak.

Kakaknya baru mengetahuinya saat membersihkan kamar dan menemukan tumpukan obat sakit kepala serta obat tetes telinga yang disembunyikan di bawah tempat tidur. Ternyata, gendang telinganya pun sudah pecah—ia menahan sakit itu sendirian.

Arjuman memilih diam. Ia tak ingin merepotkan siapa pun. Ia tetap tersenyum, tetap hadir di kelas, tetap menjadi teman yang menyenangkan—sementara tubuhnya perlahan melemah.

BACA JUGA  Bupati Paluta Buka Kegiatan Penyusunan Pohon Kinerja

Kini, yang tersisa hanyalah doa dan kenangan. Tentang seorang anak yatim piatu yang begitu kuat, tentang seorang sahabat yang menahan perih dalam diam, tentang Arjuman—yang pergi terlalu cepat, namun akan selalu hidup dalam ingatan sahabatnya. (Red)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Berita Terbaru

Nasional

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:35 WIB