‎Gumanti Pasaribu Korban PT. TPL dari Natinggir Bercerita Hidup Warga Terancam

- Editorial Team

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

‎Ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (10/11/2025).

‎Massa menuntut agar Gubernur Sumut Bobby Nasution merekomendasikan pencabutan izin PT. Toba Pulp Lestari (TPL) ke pemerintah pusat agar TPL bisa segera ditutup.

‎Pantauan TRIBRATA TV, selain elemen Gereja Katolik dan HKBP, massa Demo Tutup TPL juga merupakan perwakilan dari organisasi GAMKI, GMKI, GMNI dan lainnya.

‎Saat ini akses Jalan Diponegoro ditutup total, masyarakat diminta mencari jalan alternatif lain selama aksi berlangsung.

‎Seruan tutup TPL menggema dan Massa mendesak pemerintah Provinsi Sumut mengambil kebijakan menutup perusahaan PT. Toba Pulp Lestari. Masyarakat adat yang menjadi korban perampasan lahan, pemuka agama, hingga mahasiswa.

‎Konflik TPL dengan masyarakat terus memanas dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, konflik berujung pada jatuhnya korban. Gumanti Pasaribu, perempuan adat dari Natinggir bercerita bagaimana dirinya dan warga lain harus terancam dengan keberadaan PT. TPL yang dulu bernama PT. Inti Indorayon Utama.

‎Teriak Gumanti, kehadiran PT. TPL sudah merampas hak hidup masyarakat. Mereka harus kehilangan tanah yang menjadi sumber penghidupan.

‎”Bobby Nasution, kami hadir ke depan kantor bapak. Untuk menyampaikan apa yang kami rasakan sebagai perempuan petani. Masyarakat adat tertindas saat ini,” katanya. Bagi Gumanti dan masyarakat, tanah merupakan identitas. Keberadaan TPL justru membuat konflik horizontal.

‎”Kami datang ke sini bukan karena kurang kerjaan. Kami datang karena yakin itu adalah tanah kami,” katanya.

‎Sampai saat ini unjuk rasa masih berlangsung. Mereka masih berkumpul di depan kantor Gubernur Sumut. Namun sepanjang massa menyampaikan aspirasinya, belum ada tanggapan dari pemerintah Sumut. Gubernur Bobby yang sejak tadi diminta massa ke luar, juga belum menemui massa. (Bon)

BACA JUGA  Wujudkan Desa Bersih dan Sehat, PT TPL Serahkan 30 Tong Sampah pada Desa Dalihan Natolu

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis
AKP Sunipan Gurusinga, S.H.: Polisi Pembaharu yang Humanis, Hadir Nyata di Tengah Rakyat
Kapolres Pelabuhan Belawan Pimpin Apel Patroli KRYD Skala Besar Sabtu Malam
Peduli Infrastruktur, Warga Swadaya Perbaiki Rabat Beton Simpang Jalan Proyek Cinta Makmur Labuhanbatu
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Yusnar Albanjari Jabat Sekretaris JMSI Sergai–Tebing Tinggi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Tahun 2026, Asahan Kembali Dapat “Jatah” dari Kementrian PU Dirjen SDA

Berita Lainnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:03 WIB

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:18 WIB

Kapolres Pelabuhan Belawan Pimpin Apel Patroli KRYD Skala Besar Sabtu Malam

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peduli Infrastruktur, Warga Swadaya Perbaiki Rabat Beton Simpang Jalan Proyek Cinta Makmur Labuhanbatu

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:18 WIB

Yusnar Albanjari Jabat Sekretaris JMSI Sergai–Tebing Tinggi

Berita Terbaru

Sumatera Utara

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:03 WIB