Sitaro, TRIBRATA TV
Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas, SE, MM, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap korban tanah longsor di Kampung Kawahang, Kecamatan Siau Barat Utara. Mereka langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Camat Siau Barat Utara, Kapitalau, serta seluruh kepala lindongan dan masyarakat untuk segera turun tangan membantu penanganan bencana.
Tanah longsor yang terjadi akibat hujan deras sejak Sabtu (8/3/2025) ini menutup akses jalan dan merusak sejumlah rumah di Lindongan IV dan Lindongan III. Salah satu rumah milik keluarga Maradesa – Unsong tertimbun material longsor, menyebabkan tiga penghuni mengalami luka-luka, termasuk seorang bayi berusia 10 bulan yang sempat tertimbun lumpur dan tidak sadarkan diri. Para korban kini telah dievakuasi dan mendapat perawatan di Puskesmas Hiung.
Merespons kejadian ini, Polsek Siau Barat di bawah pimpinan AKP Rudolf J. Lumandung, SH, bergerak cepat bersama tim gabungan dari BPBD, Koramil 1301-02 Siau, serta warga setempat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.
“Kami berupaya membuka jalur agar bantuan bisa segera masuk, serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi longsor,” ujar AKP Lumandung.
Bupati Chyntia Ingrid Kalangit mengapresiasi langkah sigap kepolisian dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi. “Kami sangat berterima kasih kepada Polres Sitaro yang dengan cepat merespons kejadian ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam penanganan bencana,” ungkapnya, Minggu (9/3/2025).
Ia juga menekankan pentingnya gotong royong masyarakat dalam membantu korban dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Selain penanganan darurat, Wakil Bupati Heronimus Makainas mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. “Cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan bencana lanjutan. Kami harap masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah,” pesannya.
Pemerintah daerah bersama BPBD juga telah menyiapkan bantuan darurat bagi keluarga terdampak, termasuk kebutuhan pokok dan tempat tinggal sementara bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan parah. Langkah ini dilakukan agar para korban bisa mendapat perlindungan sementara sebelum dilakukan upaya rehabilitasi lebih lanjut.
Bencana ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, terutama di daerah dengan kontur tanah yang rentan longsor. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan, memastikan akses jalan kembali normal, dan memberikan pendampingan bagi warga yang terdampak.
Semoga situasi di Siau Barat segera pulih, dan para korban dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal. Kejadian ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam di masa depan. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









