Simeulue, TRIBRATA TV
Salah seorang warga Idano, Nias yang kesasar dan tidak mendapat tempat tinggal sekaligus pekerjaan, saat ini ditampung di rumah Ketua DPC Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Kabupaten Simeulue, Aceh.
Informasi diperoleh, warga Nias itu, Riduan Halawa sempat bekerja di salah satu pesantren milik Ketua MPU Simeulue, hingga akhirnya Riduan memilih menjadi mualaf.
Dalam perjalanan selama hampir 2 tahun tahun, Riduan sempat keluar dari Pulau Simeulue ke Maulaboh bahkan pernah ke Medan untuk mencari pekerjaan. Namun karena pekerjaan terputus dan tidak menetap sehingga dia memutuskan kembali di Simeulue.
Dengan menumpang kapal dari Calang, ia kembali ke Simelue bermaksud menemui salah seorang ustad yang dulu memualafkannya. Namun saat sampai di Simeulue, ia tidak dapat menemui ustad itu karena kehilangan kontak dan tidak ingat lokasinya.
Bingung tidak tahu mau kemana lagi, Riduan memutuskan untuk tidur dan istirahat di Masjid Agung Kota Sinabang Desa Air Dingin.
Beberapa hari di masjid itu, Riduan mengalami sakit bahkan hampir koma dan tidak sadarkan diri.
Dalam keadaan sakit itu, Riduan mengaku seperti orang kebingungan saat ditanya orang-orang. Hal ini membuat orang mencurigainya akan berbuat jahat.
Beberapa pengurus masjid dan warga Desa Air Dingin kemudian memutuskan untuk melaporkan hal itu ke pihak berwajib untuk menyelidiki status Riduan. Selain karena sakit, Riduan juga tidak memiliki identitas seperti KTP atau berkas lainnya.
Polisi pun segera turun tangan dan membawa Riduan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Saat mendapat perawatan, Riduan sempat dijenguk oleh Ustad yang memualafkan dirinya, namun karena Riduan sedang sakit, ia belum sempat bicara atau menyampaikan maksudnya hatinya.
Kini Riduan kembali sehat seperti sediakala berkat pertolongan dari pihak Kepolisian Khususnya Polsek Simeulue Timur.
Pihak kepolisian pun memutuskan untuk menitipkan Riduan ke rumah Ketua Himni Simeulue yang rencananya akan dikembalikan ke daerah asalnya di Idano, Gawo Nias Selatan.
Kepada TRIBRATA TV menyampaikan keinginannya mendapat pekerjaan yang bisa menyukupi makan dan tempat tinggal, ia ingin tinggal di Simeulue. “Saya tidak menuntut banyak, saya lebih memilih untuk tinggal disini,” harapnya sambil meneteskan air mata.
“Ya Pak,jika bisa dibantu untuk mencari kerja, apa saja, saya lebih memilih kerja ketimbang pulang, toh juga dikampung gak ada kerja, jadi untuk apa saya kembali,” katanya sedih.
Sementara Ketua DPC Himni Simeulue, Mahlil Syam Baeha mengaku bukan pertama kali menampung warga Nias yang mencari pekerjaan di Simuelue.
‘Ini sudah kesekian kalinya. Jadi ,saya berharap warga Nias yang ada di Kabupaten Simeulue peduli dan respon cepat,.berikan informasi ke pengurus Himni dimanapun berada agar segera mungkin bisa kita fasilitasi untuk membantu sekedar ongkos pulangnya menuju daerah asalnya,” ujarnya.
Menurut Mahlil, Nias bukanlah daerah kecil. Pulau Nias cukup besar belum lagi pulau-pulau kecil. “Jadi wajar saja jika suku kita itu selalu ada dimanapun wilayah di seluruh Nusantara bahkan dunia,” katanya.
Menanggapi keluhan Riduan, Mahlil Syam menyampaikan akan melihat dan pelajari jika dia mau bekerja, jujur dan baik. “Kita siap bantu untuk mencari pekerjaan, namun untuk sementara ini biarlah di rumah dulu sekedar makan dan tempat tinggalnya gak masalah kita siapkan, apa yang ada kita berikan bantuan seadanya”, jelasnya.
Ditempat terpisah, Ustad Heriansyah yang dikonfirmasi membenarkan Riduan Halawa sudah hampir setahun menjadi mualaf. Namun sayangnya ia tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana Riduan mualaf. (M.zeb)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









