Sitaro, TRIBRATA TV
Sinergi aparat kepolisian kembali ditunjukkan melalui Apel Kontigensi Bersama BKO Polda Sulawesi Utara dengan Polres Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), yang digelar di Ulu Siau, Kecamatan Siau Timur, Selasa (06/01/2026).
Apel tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, SE, didampingi Wakapolres Kompol Noldi Harimu, S.Pd, serta dihadiri jajaran pejabat utama Polres Sitaro dan petinggi Polda Sulut.
Kegiatan apel dilaksanakan di Lapangan Terminal, Ulu Siau, menyusul halaman Mako Polres dan Kantor Polres Sitaro yang tertimbun material lumpur, pasir, dan bebatuan akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Dalam apel itu, Kapolres mengambil alih langsung tanggung jawab operasi kontingensi sebagai bentuk keseriusan Polri dalam menangani situasi tanggap darurat di daerah kepulauan tersebut.
Sebanyak 163 personel BKO Polda Sulut diterjunkan untuk memperkuat Polres Sitaro, terdiri dari 60 personel Sabhara dan sisanya dari Brimobda, termasuk unsur Bid Dokkes yang disiagakan untuk mendukung pelayanan kesehatan.
Operasi kontingensi ini difokuskan pada penanganan darurat pascabencana, mulai dari pencarian korban, pembersihan material, hingga pemulihan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Waktu pelaksanaan tugas BKO Polda Sulut ini kurang lebih 14 hari, menyesuaikan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan,” ujar AKBP Iwan Permadi dalam keterangannya kepada awak media.
Ia menambahkan, durasi tersebut bisa saja lebih singkat apabila seluruh proses penanganan berjalan lancar, mengingat koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun instansi teknis lainnya.
Salah satu fokus utama adalah percepatan kedatangan alat berat. Kapolres mengungkapkan, Balai Sungai Provinsi Sulut dijadwalkan mengirimkan alat berat melalui jalur laut, sementara dari Kabupaten Sitaro sendiri telah tersedia satu unit ekskavator dari Tagulandang.
“Ada juga partisipasi dari seorang pengusaha asal Sitaro yang menyumbangkan dua unit alat berat jenis ekskavator,” ungkap Kapolres, seraya menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam situasi bencana.
AKBP Iwan Permadi menjelaskan, terdapat lima titik wilayah yang terisolasi akibat timbunan material lumpur dan bebatuan besar, dengan kondisi terparah berada di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, tepatnya di wilayah Sondang.
Di lokasi tersebut, tercatat delapan korban jiwa telah ditemukan, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian. “Di sini kemungkinan akan ditempatkan personel lebih banyak karena tingkat kerusakannya paling parah,” katanya.
Titik kritis lainnya adalah kawasan Mako Polres Sitaro di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, yang tertimbun ribuan kubik material sehingga aktivitas operasional kepolisian lumpuh total.
“Kami memaksimalkan pembersihan di Mako Polres agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera berjalan normal kembali,” tegas Kapolres Sitaro.
Selain itu, penanganan juga difokuskan di Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, dan Kampung Batu Senggo. Seluruh personel telah dibagi dalam tim kerja agar setiap titik bisa segera ditangani secara simultan.
Untuk sementara, pelayanan kepolisian kepada masyarakat dialihkan ke Polsek Siau Barat. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan maksimal di tengah situasi darurat yang sedang berlangsung. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









