Tragis! Bunuh 2 Anak Lalu Gantung Diri, ini Isi Surat Wasiatnya

- Editorial Team

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bandung, TRIBRATA TV

Kisah tragis ibu dan 2 anaknya ditemukan tewas di dalam rumah kontrakannya menggemparkan Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (5/9/2025).

Ketiga korban yang meninggal dunia adalah seorang perempuan berinisial EN (34) serta dua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan).

Ketiga korban ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB oleh suami korban, YS, yang baru saja pulang kerja.

Yogi Ramdani (23), tetangga korban, mengaku masih terbayang jelas detik-detik penemuan tiga mayat tersebut.

Dia mengatakan, suami korban, YS, baru pulang kerja pada Jumat dini hari.

Namun, saat tiba di kontrakan, dia tidak mendapat jawaban meski sudah berulang kali memanggil EN. “Dari awal suaminya pulang itu manggil-manggil istrinya, tapi enggak ada jawaban,” katanya.

“Suaranya makin lama makin kencang, ketukan pintu juga keras, sampai warga lain keluar menanyakan ada apa,” ujar Yoga saat ditemui, Jumat (5/9/2025).

YS lalu mencoba mengintip lewat ventilasi. Dari situ, terlihat kaki anaknya, namun tidak ada jawaban ketika dipanggil.

Kondisi itu membuat warga panik. Atas persetujuan YS, pintu kontrakan akhirnya didobrak oleh tiga orang.

“Pas pintu kebuka, kelihatan jelas kondisi di dalam rumah. Istrinya sudah tergantung, anak-anaknya juga ditemukan tidak bernyawa. Suaminya langsung histeris, syok berat lihat keluarganya begitu,” katanya.

Kata Yogi, warga segera melapor ke ketua RW, lalu diteruskan ke Babinsa dan pihak kepolisian. Polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Yogi mengatakan, korban dikenal sebagai pribadi biasa dan ramah dalam keseharian.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Tinjau Vaksinasi Massal Anak

Dia pun tidak pernah mendengar adanya percekcokan antara EN dan suaminya.

“Beberapa hari terakhir juga enggak pernah dengar ada suara ribut-ribut. Korban seringnya di rumah, karena punya anak yang masih bayi,” ucapnya. Dia mengatakan, warga melihat EN terakhir kali pada Kamis sore.

EN saat itu keluar rumah untuk membeli jajanan. “Sore itu sempat terlihat jajan basreng, masih biasa saja, enggak kelihatan aneh,” ujarnya.

Sedangkan YS jarang berada di rumah karena bekerja malam sebagai pekerja pengaspalan jalan. “Jadi, kebanyakan korban di rumah saja sama anak-anak,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara menjelaskan, dari hasil olah TKP, EN ditemukan dalam posisi tewas tergantung.

Sementara kedua anaknya berada di ruang depan dan kamar dengan kondisi ada jeratan tali di leher.

“Pintu dan jendela rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, serta tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban,” ucapnya.

Selain jenazah, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kami menemukan sebuah ponsel serta secarik kertas berisi curahan hati korban kepada suaminya yang ditempel di dinding ruang tengah. Semua barang bukti saat ini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepolisian mendapati secarik surat wasiat yang diyakini ditulis oleh EN. Surat itu ditempel di dinding ruang tengah rumah kontrakan itu.

Surat itu disebut-sebut sebagai ungkapan terakhir dari EN, yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya bersama dua buah hatinya.

“Kami menemukan dari hasil olah TKP, ada sebuah surat wasiat atau surat yang ditulis oleh terduga korban (EN),” ujar Kompol Luthfi.

BACA JUGA  Breaking News: Mengerikan, Tubuh Pelaku Bom Bunuh Diri Hancur Berserakan

Kompol Luthfi menjelaskan, kertas yang ditinggalkan korban itu berisi curahan isi hati.

“Isinya menceritakan terkait permasalahan keluarga dan permintaan maaf kepada keluarga, beserta kedua anak korban yang meninggal dunia,” katanya.
Dalam tulisan tersebut, EN menuangkan perasaan lelah yang telah lama dipendamnya.

Ia mengisahkan betapa berat kehidupan rumah tangga yang dijalaninya, ditambah beban utang yang terus menghimpit, serta rasa kecewa yang begitu mendalam terhadap sikap sang suami.

Tak hanya itu, EN juga menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada kedua orang tua dan saudara-saudaranya.

Ia merasa selama ini terlalu banyak merepotkan mereka dengan masalah yang dihadapinya.

Yang membuat hati semakin teriris di bagian penutup surat, EN menuliskan pesan yang dialamatkan khusus untuk kedua anaknya.

Dalam ungkapan terakhir itu, ia mengajak buah hatinya untuk pergi bersama dirinya, meninggalkan dunia ini.

Berikut terjemahan isi surat wasiat yang ditemukan di lokasi kejadian:

Mamah, bapa, ema, bapa, teteh, dan aa, maafkan saya. Maafkan saya melakukan hal ini. Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini.

Saya lelah hidup terus-terusan terlilit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin hari semakin bertambah. Padahal, saya tidak tahu utang kepada siapa saja, berapa jumlahnya, atau utang dari mana.

Saya lelah punya suami yang selalu bohong, tidak ada kesadarannya sama sekali. Saya lelah terus-menerus disakiti hatinya, sudah jelas-jelas dikucilkan orang lain, diomongin, dibenci, padahal tidak merasa berbuat salah.

BACA JUGA  Dirreskrimum Polda Riau Bergerak Cepat Bantu Anak Difabel Korban Penganiayaan Ayah Tiri

Punya suami malah terus-terusan berbohong dan berutang. SAYA SANGAT LELAH. Saya harap, jika saya dan anak-anak sudah meninggal dia akan sadar. Jika tidak sadar pun tidak apa-apa, yang penting tidak menyengsarakan anak-anak saya.

Saya malu dan kasihan selalu menyusahkan kakak-kakak dan orang tua. Jika saya sudah tidak ada, saya tidak akan menyusahkan lagi. Maafkan saya tidak bisa membalas budi kepada orang tua dan kakak-kakak.

Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang.
Daripada ditinggalkan oleh mamah, kasihan pada nenek. Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara.

Sebab, Aa dan dede belum punya dosa. Biar mamah saja yang menanggung dosanya ke neraka. Mamah tidak rela hidup terus-terusan susah. Maafkan mamah tidak bisa memenuhi segala kebutuhan Aa dan dede.

Maafkan mamah tidak bisa membahagiakan Aa dan dede. Maafkan mamah, Aa tidak jadi menari ya. Maafkan mamah. Aa dan dede, insya Allah kalian akan masuk surga. (red)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka
Pria Bugil yang Viral Terima Pesanan Online Diberi Pembinaan
Polisi: ASN BPN Nias Lompat dari Lantai 12 Usai Kencan
Pohon Tumbang di Jalan Agrowisata Turi Sleman Timpa Pengendara Motor, Korban Terjepit Batang Kayu

Berita Lainnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43 WIB

Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:43 WIB

Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Ketua PDI Perjuangan Sumut Serahkan Beasiswa di Enam Kecamatan Samosir

Senin, 20 Jul 2026 - 06:34 WIB