Diisolasi 33 Hari, Warga Hantaran Minta Dipulangkan

- Editorial Team

Senin, 6 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, TRIBRATA TV

Warga Tanjung Hataran menuding adanya kejanggalan dalam penanganan warga mereka yang sedang di rawat di Rumah Sakit Umum Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Oleh sebab itu,aksi unjuk rasa dilakukan warga Tanjung Hataran Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun,Senin (6/7/2020) di depan RSU Perdagangan.

Kedatangan puluhan warga tersebut guna meminta Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Simalungun mengeluarkan warga Tanjung Hataran yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Perdagangan akibat terpapar virus Corona.

“Keluarkan keluarga kami, ini sudah 33 hari di karantina kasihan keluarga mereka yang tinggal dikampung. Keluarga merekapun tidak diperhatikan pemerintah terkait kebutuhan keluarganya, Ini ada satu orang anak hidupnya terlantar karena kedua orang tuanya di isolasi,” teriak para demonstran.

BACA JUGA  Tim Aman Desa Gazamanu Bagikan Perlengkapan Penunjang Prokes

Menurut Koordinator Aksi Horas M Sitorus,alasan puluhan warga untuk meminta mengeluarkan warganya dari Rumah Sakit Umum Perdagangan disebabkan adanya kejanggalan dalam perawatan terhadap warga tersebut yang sudah berlangsung 33 hari.

“Sudah menjalani kalau tidak salah enam kali Swab tetapi penanganannya hanya begitu saja,” ungkapnya.

Ia kemudian mempertanyakan keseriusan pihak GTTP Covid-19 Kabupaten Simalungun dalam perawatan warga Tanjung Hataran.

BACA JUGA  Mahasiswa Tantang Bupati Merangin Tolak Mobil Dinas, Relokasi Lapak PKL di Mana?

Masih kata Horas, berdasarkan bukti yang ditemukan pihaknya, ia tidak yakin warga yang sedang dirawat tersebut terpapar positif Covid-19.

“Kami minta agar bisa kami bawa pulang dan isolasi nandiri serta melakukan swab mandiri atas dana kami sendiri,”ucapnya

Sementara itu,PLT Kadis Kesehatan Pemkab Simalungun dr.Lidya Saragih mengatakan,pihaknya sudah melakukan Swab sebanyak lima kali dan hasilnya Positif.

“Hingga hari ini kami sudah merawat mereka selama dua puluh sembilan hari,”kata PLT Kadis Kesehatan itu.

Masih kata Lidya,pihaknya masih merawat warga Tanjung Hataran sebanyak empat belas orang.(Red)

BACA JUGA  Catat, Ini Nomor WA Klaim Listrik Gratis

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Berita Lainnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:36 WIB

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Berita Terbaru