Sitaro, TRIBRATA TV
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) manajemen usaha bagi IKM (Industri Kecil Menengah), Rabu (03/10/2023) bertempat di Kantor Disperindagnaker.
Acara dibuka oleh Asisten Perekenomian Dan Pembangunan Sekda Sitaro Agus Tony Poputra dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kadis Perindangnaker Sitaro Telsye Kansil, S.Teol.
Telsye Kansil melalui Kepala Bidang Perindustrian Rony Sidabutar menyampaikan untuk mendukung program IKM Sitaro naik kelas maka dibutuhkan jaminan mutu produk, kelengkapan izin serta adminitrasi penunjang lainnya dalam pengembangan dan perluasan akses pasar.
“Kami dari Dinas Perindagnaker memfasilitasi pelaku IKM supaya mereka ada kepastian jaminan mutu seperti PRT dan sekarang menurut aturan nasional sudah haru ada sertifikat halal. Bersama kantor Kementrian Agama sebagai narasumber kami memfasilitasi dengan membantu dalam pembuatan NPWP, Sertifikat Halal karena untuk syarat pembuatan sertifikat halal itu harus ada NPWP. Jadi kalau ada pelaku IKM yang kurang mengerti dengan IT kami dari dinasperindag siap membantu karena itu sangat penting sekali produk-produk yang ada di Jumbo Standarnya PRT, “kata Kabid.
Dalam hal ini Dinas Perindagnaker Sitaro bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Sitaro dalam Kegiatan Bimtek Managemen Usaha sekaligus dirangkaikan dengan Bimtek Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Pengurusan Sertifikat Halal dan Pengisian Database IKM di Aplikasi Sistem Informasi Industri Nasional (Siinas) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Dihadiri juga Kepala Kantor Kementerian Agama Pdt. Anna Irene Maluenseng Tampilang, dan Ustad Fawzy M. Lontoh selaku Kepala KUA Kecamatan Tagulandang sebagai narasumber pengurusan sertifikat halal.
“Berbicara terkait dengan produk IKM itu, kali ini kita tidak akan sekedar berbicara bagaimana cara kita memproduksi, memasarkan kemudian mengembangkan IKM kita. Kita akan lebih maju kedepan dengn adanya sertifikat halal ini untuk melihat potensi pasar global karena dunia sudah mengarah kesana semua dan kedua kenapa harus sertifikat halal kita ingin menjamin dan memastikan juga kepada masyarakat bahwa produk produk ini benar-benar tersensor, terauditor dengan baik dari sisi kesehatan dan jaminan produk halal itu, “tutur Fawzy M. Lontoh yang menjadi narasumber.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pasaran dunia saat ini sudah mewajibkan produk masuk ke negara mereka dengan label halal.
“Jadi saya harapkan mudah-mudahan semua IKM yang ada di Sitaro ini mengambil bagian mengajukan permohonan sertifikat halal ini, “pungkasnya.
Semua peserta yang hadir sangat antusias mengikuti bimtek ini. Turut hadir perwakilan 12 pelaku IKM pangan dan 3 pelaku IKM kerajinan tangan dan juga Staf teknis Dinas Perindagnaker untuk membantu Pelaku IKM dalam Penginputan Aplikasi Sertifikat Halal dan Aplikasi Siinas.
Kiranya kegiatan ini memberikan motivasi kepada para pelaku IKM untuk terus meningkatkan produk baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya dan menumbuhkan kembangkan jiwa kewirausahaan serta untuk mendorong agar para IKM lebih kreatif dalam mengelola usaha, terlebih setelah sebagian dari mereka memiliki sertifikat PIRT, dan akan mengurus sertifikat Merk dan label yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Sitaro. (jemi lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







