Banyuwangi, TRIBRATA TV
Sekitar 16.000 warga Banyuwangi, Jawa Timur manfaatkan program Lapor Bansos melalui online bagi warga yang sama sekali belum tersentuh bantuan mulai disalurkan.
Program pelaporan online ini telah dibuka Pemkab Banyuwangi pekan lalu. Warga cukup melapor di situs yang telah disediakan.
Sejak dibuka pada tanggal 26 Agustus lalu, telah ada sekitar 16 ribu data pelapor.Dari jumlah tersebut telah terverifikasi sebanyak 11 ribu orang.
“Tahap awal kemaren sudah,kita salurkan 2.800 paket sembako. Secara bertahap, semua pengajuan akan mendapatkan sembako, “kata Bupati Banyuwangi, saat menyerahkan bantuan paket sembako di kantor Kecamatan Glagah pada Jum’at (3/9/2021).
Bantuan ini diutamakan bagi warga terdampak pandemi covid-19 yang belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Bupati Banyuwangi mengatakan pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Banyuwangi telah menyalurkan berbagai skema bansos yang menjangkau lebih dari 250.000 keluarga yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mulai dari PKH, BPNT, BLT Desa BST Kemensos, BPUM, jaring pengaman Pemprov Jatim,dan bantuan APBD.
Namun menurut Bupati Ipuk Firstiandani, situasi di lapangan sangat dinamis. Pandemi covid-19 terdampak sangat luas sehingga pasti masih banyak warga yang belum terjangkau bantuan.
“Maka kami membuka pelaporan via online. Program ini untuk memfasilitasi warga yang belum terdata dalam Data Terpadu Krsejahteraan Sosial (DTKS) dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, “kata Ipuk.
Camat Glagah Astorik menambahkan jumlah pelapor di Kecamatan Glagah sebanyak 295 orang. Setelah di verifikasi tersaring sebanyak 274 orang. “Sisanya tertolak oleh sistem karena beberapa alasan. Ada yang ternyata pernah mendapat bantuan, ada yang dari keluarga mampu, dan berasal dari luar daerah, “kata Astorik.
Paket sembako yang diserahkan merupakan hasil gerakan mari belanja di pasar dan warung rakyat oleh para ASN se-Banyuwangi pada 8 Agustus 2021. Hasil gerakan belanja tersebut seluruhnya didonasikan ke satgas Cobid-19 untuk diberikan kepada warga yang terdampak pandemi.
Setiap paket berisi beras, minyak goreng, mi instan, dan gula.
Salah seorang penerima bantuan tersebut, Urita mengaku senang. Dia sebelumnya berdagang buah keliling, kini berhenti karena sepi pembeli.
“Karena tidak ada pemasukan akhirnya modal saya ikut terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, hari ini dapat bantuan. Bisa mengurangi belanja sembako, “katanya. (irawan)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








