Sitaro, TRIBRATA TV
Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh, memberikan klarifikasi terkait kabar beredar di media sosial mengenai dugaan penimbunan bantuan di gudang Pulau Tagulandang.
Pj Bupati Oroh menegaskan bantuan telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya warga Pulau Ruang yang kini mengungsi di Bitung, Manado, dan Minahasa Utara, Manado, Senin (04/11/2024).
Dalam pernyataannya, Oroh menyebut bantuan berupa makanan dan minuman telah sepenuhnya didistribusikan. Yang tersisa di gudang hanyalah barang seperti popok, seng, dan peralatan logistik lainnya yang memiliki fungsi khusus, termasuk untuk persiapan kebencanaan.
“Itu bantuan untuk perawatan alat kebencanaan dari BNPB, seperti Light Tower yang siap digunakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelas Oroh.
Bantuan Seng Atap Rumah Menunggu Tambahan Stok
Isu tentang bantuan seng atap rumah turut diklarifikasi oleh Pj Bupati Oroh. Seng tersebut belum bisa dibagikan saat ini karena stoknya belum mencukupi untuk seluruh warga terdampak.
“Kami masih menunggu tambahan seng agar pembagian adil bagi seluruh rumah yang rusak ringan hingga sedang,” ujarnya. Saat ini, stok seng di gudang berjumlah 10 ribu lembar, sedangkan jumlah yang dibutuhkan mencapai 35 ribu lembar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro, Drs. Denny Kondoj, M.Si, menambahkan pembagian 10 ribu lembar seng yang tersedia saat ini ke 1.242 rumah yang rusak ringan dan sedang akan menghasilkan alokasi yang terlalu kecil bagi setiap rumah. Karena itu, pihaknya memprioritaskan pengadaan tambahan 25 ribu lembar seng agar distribusi lebih merata. “Torang akan pastikan cukup bagi semua yang membutuhkan,” jelas Kondoj.
Pengadaan Tambahan Seng Dijadwalkan 2025
Menurut Kondoj, pemerintah kabupaten telah mengajukan permohonan ke pemerintah provinsi untuk membantu kekurangan seng. Namun, kendala anggaran yang dialami provinsi membuat pemerintah daerah akhirnya memutuskan untuk mengalokasikan dana di APBD 2025. “Pada Januari nanti, kami harap pengadaan 25 ribu lembar seng bisa segera dilakukan dengan anggaran kurang lebih Rp2 miliar,” terang Kondoj.
Selain itu, pemerintah kabupaten juga menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp2 miliar rupiah lagi untuk mencukupi seluruh kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak bencana. Pj Bupati Oroh berharap dengan adanya pengalokasian dana ini, penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih menyeluruh di awal tahun 2025.
Pemerintah Bantah Dugaan Penimbunan Bantuan untuk Kepentingan Politik
Isu bahwa bantuan seng disimpan hingga mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dibantah keras oleh Pj Bupati Oroh. Ia menegaskan bantuan ini disimpan di gudang semata-mata untuk persiapan kebencanaan.
“Kami harus berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD untuk memastikan setiap langkah sesuai prosedur. Tidak benar kalau ada maksud politik di balik penanganan bantuan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Oroh menyampaikan peralatan kebencanaan seperti Light Tower, genset, dan tenda komando disimpan di gudang untuk kebutuhan mendesak apabila terjadi bencana. Ia memastikan barang-barang ini adalah inventaris pemerintah daerah yang selalu standby.
Kebijakan Bantuan untuk Rumah Rusak Sedang dan Ringan
Terkait rumah-rumah yang mengalami kerusakan sedang dan ringan, Kondoj menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dana bantuan yang akan disalurkan melalui Bank Mandiri. Rumah dengan kerusakan sedang akan mendapatkan bantuan 30 juta rupiah, sementara kerusakan ringan sebesar 15 juta rupiah. Bagi 126 rumah yang tidak termasuk kategori kerusakan sedang maupun ringan, bantuan khusus akan tetap disalurkan. “Kami ingin pastikan semua yang terdampak dapat perhatian,” tutur Kondoj.
Tahun Anggaran 2025 untuk Pemulihan Pasca-Bencana
Dalam klarifikasi terakhirnya, Pj Bupati Oroh menjelaskan bahwa total anggaran yang akan dialokasikan pada tahun 2025 untuk pemulihan bencana mencapai lebih dari 4,5 miliar rupiah. Pemerintah berharap anggaran ini dapat mencakup semua kebutuhan bantuan, termasuk pengadaan seng, logistik kebencanaan, serta bantuan finansial langsung kepada warga terdampak.
Oroh juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak terpengaruh informasi simpang-siur di media sosial. “Kami terus berupaya agar semua yang terdampak bencana mendapat hak mereka secara adil,” ucapnya menutup pernyataan.
Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami kendala logistik dan anggaran yang dihadapi, serta memberi dukungan bagi upaya pemerintah dalam penanganan bencana yang efektif dan berkeadilan.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









