Padangsidimpuan, TRIBRATA TV
Seekor Sapi disiapkan di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Padangsidimpuan, Jalan Kenanga No.42 Padang Sidimpuan, (3/6/2025) Petang.
Nafasnya teratur, tenang. Di antara warga yang datang jelang malam itu, seorang ibu bernama Ngatire dengan kerudung merah maju pelan-pelan.
Dia mengelus kepala sapi dengan senyum bukan karena daging, tapi karena merasa diperhatikan Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut.
Idul Adha tahun ini jatuh bertepatan dengan Bulan Bung Karno, dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM, memilih cara yang sederhana tapi bermakna untuk merayakannya membagikan 100 ekor sapi kurban kepada kader dan masyarakat akar rumput di berbagai kabupaten di Sumut.
Ngatire, warga Padangsidimpuan yang mewakili masyarakat akar rumput, menyampaikan apresiasinya usai menerima hewan kurban.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Rapidin Simbolon yang setiap tahun memberikan sapi kurban kepada kami di Padangsidimpuan,” ujar Ngatire.
Ia mendoakan Rapidin agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin PDI Perjuangan. “Semoga tetap sehat, terus berjaya memimpin PDI Perjuangan. Merdeka!” katanya.
Padangsidimpuan menjadi salah satu titik yang ia kunjungi langsung bersama sang istri, Sorta Ertaty Siahaan, Selasa (3/6/2025), setelah sebelumnya menyerahkan sapi kurban di Sibolga dan Tapanuli Selatan.
“Ini bertepatan dengan hari kelahiran Bung Karno. Kami ingin mengingatkan bahwa kader PDI Perjuangan harus turun langsung, menyentuh kehidupan rakyat,” kata Rapidin, berdiri tanpa podium, tanpa pengeras suara.
Warga mengerubunginya dan mendengar setiap perkataannya.
Bagi Rapidin, politik bukan hanya soal pemilu. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kecil dari pesan besar yang diwariskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri berbaur, berbagi, dan membumi.
“Kami diajarkan untuk tidak melupakan masyarakat paling bawah. Ini bukan sekadar amal, tapi bagian dari prinsip gotong royong.”
Penyerahan kurban ini dilakukan secara simbolik di tiga titik: Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan.
Di Sibolga, Rapidin didampingi Ketua DPC PDIP Memory Panggabean. Di Tapanuli Selatan, hadir pula Wakil Ketua DPRD Sumut Syahrul Efendi Siregar dan Ketua DPC PDIP Andi Jaka Sipahutar.
Sedangkan di Padangsidimpuan, turut hadir Hj. Artaty Ariani Tambunan dan Ketua DPC PDIP Madina Teguh Hasahatan Nasution.
Rapidin tak menampik, kegiatan ini tak lepas dari kerja kolektif. Ia menyebut seluruh kurban ini dikumpulkan dengan semangat gotong royong antar kader.
“Kami berharap, ke depan, kader-kader di daerah juga bisa menambah hewan kurban satu sapi, dua kambing, semampunya. Yang penting semangatnya,” ujar Rapidin.
Bagi warga, kegiatan ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam.
Tapi di benak mereka, yang menetap lebih lama adalah perasaan bahwa partai politik bisa hadir bukan hanya saat pemilu, melainkan saat dapur menjerit dan Idul Adha datang tanpa ternak.
Setelah Padangsidimpuan, perjalanan kurban berlanjut ke Padang Lawas dan Labuhanbatu.
Seperti sebuah roadshow ideologi yang disalurkan lewat daging dan niat baik, bukan janji-janji. (Ambrosius Simbolon)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









