Palembang, TRIBRATA TV
Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya menggelar sosialisasi Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro (PPKM), tatap muka dan virtual pada Rabu (2/6/2021).
Dalam penjelasannya, Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri, menyebut kegiatan tatap muka dan virtual ini merupakan sarana dalam menjalin silaturahmi.
“Forum seperti ini kita lakukan untuk mencari solusi dalam ikut serta membangun sumsel,” ujarnya.
Mengingat masih dalam masa bulan Syawal, Kapolda juga menyempatkan diri untuk mengucapkan Idul Fitri. Selain itu, juga mengucapkan selamat Paskah, serta Hari Waisak.
“Selamat atas kegiatan bersifat keagamaan. Dimana Isa Al-Masih juga bersamaan dengan hari raya Idul Fitri. Begitupun hari raya Waisak, juga dilaksanakan tidak berjauhan. Kita jaga toleransi antara umat beragama,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Kapolda juga menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan dalam menekan penyebaran covid-19, bahkan pelaksanaannya sampai sekarang.
Dijelaskannya, selama penyelenggaraan PPKM gangguan kamtibmas tidak begitu menonjol. “Memang ada. Tapi tidak menonjol seperti tahun sebelumnya,” terangnya.
Menurutnya ini merupakan kerja keras dari semua pihak. “Tanpa tokoh agama, ustad, pendeta dan tidak akan seperti ini,” jelasnya.
Terkait dengan adanya penyekatan pos keamanan, dirinya mewakili Kapolda serta Pangdam II Sriwijaya, menyatakan permohonan maaf.
“Tidak ada niat untuk mengganggu kenikmatan orang yang akan mudik. Tentu banyak yang protes. Syukur anak buah dilapangan tahan untuk menghadapi situasi dalam bentuk apapun,” terangnya.
Begitupula adanya gangguan kenyamanan dalam menjalankan ibadah sholat Ied. Dia menjelaskan, bukan tidak boleh melaksanakan sholat Ied. Hanya saja yang tidak boleh itu beramai-ramai apalagi sampai berkerumun.
“Tidak ada satu katapun, untuk jadikan kepentingan aparat, TNI dan Polri dan pemeritnah. Ini untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sejauh ini, lanjut pria dengan bintang dua dipundak ini, Sumsel masuk dalam 11 besar penyebaran covid-19.
“Alhamdulillah tidak masuk 10 besar, dalam konteks kenaikkan covid-19 pada hari raya Idul Fitri. Beberapa daerah, luar biasa lonjakannya. Seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, Riau cukup tinggi. Saya yakin ini dapat dikendalikan lantaran komunikasi dan koordinasi,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Eko juga menyebut jika kamtimbmas, berupa curat malam hari, turun hampir separuh.
“Tahun 2020 tercatat ada 814 kasus. Namun tahun 2021 turun menjadi 458 kasus. Sedangkan untuk curanmor memang naik. Hingga 100-an pencurian kendaraan bermotor. Sedang yang lagi naik daun saat ini adalah penipuan serta penggelapan,” paparnya.
Terkait hal lainnya, yakni timbulnya cluster baru Eko menyebut yang harus diwaspadai adalah adanya orgen tunggal pada tiap hajatan.
“Seperti kabupaten Muratara, Perda sudah dilaunching serta akan dilaksanakan. Tetapi ada dua desa yang nutup jalan lantaran tidak mendukung. Mudah-mudahan tidak ada lagi penutupan jalan. Di OKI ada orgen tunggal salah satu gunakan narkoba overdosis dan ninggal, ini tantangan kita semua,”jelasnya.(Suherman)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









