Merangin, TRIBRATA TV
Proyek pembangunan Turap di Desa Koto Rami Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Jambi diduga kuat di mark-up.
Proyek yang dibangun bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2024 dengan volume 80×60 meter ini menurut informasi dari masyarakat setempat diduga menelan biaya yang cukup fantastis yakni Rp400 juta.
“Dari hasil rapat desa yang saya dengar nilai pembangunan turap tersebut berjumlah empat ratus juta, namun fisik tersebut dibuat hanya berbentuk leter L dan juga papan informasi tidak dipasang Plt Kades, cuma dipasang sebentar untuk difoto lalu dilipat Kades lagi dan dimasukkan ke dalam tasnya ” ujar warga L.
Sementara itu, Plt Kades Koto Rami, Widiastuti saat dikonfirmasi via TLP menyatakan mengaku pembangunan turap di Desa tersebut hanya menelan biaya Rp180 juta.
“Tidak benar kalau anggaran pembangunan turap itu empat ratus juta, jumlahnya cuma seratus delapan puluh juta rupiah,” ujar Widiastuti.
Ditambahkan oleh Widiastuti, saat awal pembangunan dipakai alat berat untuk pengerukan tanah. Namun hal tersebut dibantah oleh warga. Menurut warga mana tidak ada dipergunakan alat berat, namun penggalian tanah untuk turap tersebut digaruk secara manual dengan mempergunakan cangkul.
MMana ada alat berat dipakai untuk menggali tanah pembangunan turap itu, kalau kata kades ada itu tidak benar, saya ini asli warga Desa ini, kalau ada pasti kami melihatnya,” tutup warga.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









