Video: Ratusan Pedagang Pasar Gambir Tolak Pemagaran

- Editorial Team

Rabu, 1 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang, TRIBRATA TV

Ratusan pedagang Pasar VIII, Pajak Gambir, Dusun X, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan protes atas wacana pemagaran pihak Kecamatan Percut Sei Tuan yang disebut untuk lahan parkir.

Hal ini mereka sampaikan kepada wartawan saat, Rabu (1/11/2023) siang. Mereka menyebut, pihak Kecamatan Percut Sei Tuan berencana untuk mengosongkan lahan tempat mereka berjualan.

“Kami disuruh mengosongkan lapak tempat kami jualan, alasannya penertiban. Padahal kami sudah tertib, tidak ada memakan jalan. Namun pihak Kecamatan Percut Seituan bersikeras menyuruh kami mengosongkan lapak kami. Kami ada berkisar 300 pedagang yang terancam tidak lagi bisa berjualan,” teriak salah seorang pedagang, Nurhayati Br Ginting didampingi ratusan pedagang kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).

Bahkan, disambung warga lain, pengosongan lahan ini diduga dilakukan pihak Kecamatan Percut Seituan untuk kepentingan sepihak. Informasi yang masuk kepada pedagang, kata mereka, pengosongan ini dilakukan agar lahan bisa dipagari beton oleh pihak Kecamatan Percut Seituan untuk kepentingan parkir.

BACA JUGA  Kelompok Cipayung Gelar Aksi Keprihatinan, Kapolres dan Dandim TTS Ikut Bakar Lilin

“Bayangkan, 300 pedagang dikorbankan hanya untuk lahan parkir. Kita duga ada oknum-oknum yang bersiasat dibalik ini,”teriak mereka.

“Kami hanya ingin berjualan mencari nafkah. Kenapa harus diusik, kami tidak ada mengganggu jalan, kenap mereka selalu ingin menguasai lahan kami,”teriak pedagang sambil mengatakan setuju dengan penertiban, namun tidak dengan pemagaran.

Sementara, menurut Ketua Pedagang Pajak Gambir VIII, Budiman Sitohang, mereka selaku pedagang awalnya mendukung pemerintah untuk penertiban pedagang agar tidak berjualan hingga ke badan jalan. Namun belakang, dia bilang, mereka menerima surat untuk pemagaran.

BACA JUGA  Pelestarian Budaya, Pasar Kamu Gelar Lomba Lagu Keroncong

“Jadi ini sudah tidak benar. Kami pedagang menolak keinginan Kecamatan Percut Seituan,” tegas dia.

Sementara, menurut informasi, pemagaran itu dilakukan pihak Kecamatan pada, Jumat (3/11/2023) mendatang. Masyarakat pun mengaku akan melakukan perlawanan jika pihak Kecamatan Percut Sei Tuan tetap ingin menindas para pedagang.

Pantauan wartawan di lokasi, terlihat para pedagang tengah menjual dagangannya dengan tertib. Bahkan arus lalulintas di lokasi juga terpantau berjalan lancar.

Camat Pecut Sei Tuan Sukri ketika dikonfirmasi wartawan belum bersedia berkomentar.Sedangkan, Kasih Trantib Kecamatan Percut Sei Tuan Harun mengaku jika hal ini adalah pilihan terakhir.

“Ini pilihan sulit, tapi inilah jalan terakhir. Mereka harus pindah dari situ. Pemagaran dilakukan agar mereka tidak lagi berjualan di lokasi. Karena memakan jalan,”katanya kepada wartawan Rabu (1/11/2023).

BACA JUGA  Bansos dan BLT Tak Tepat Sasaran, Kantor Camat Patianrowo, Nganjuk Didemo

Ketika disinggung, apakah pemagaran ini ada kepentingan untuk pengelolaan parkir. Ia mengaku tidak.

“Tapi kita tetap akan keluarkan mandat untuk pengelolaan parkir,”jawab dia seraya mengatakan tidak ada solusi selain pemagaran lahan para pedagang. (h.pakpahan)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Berita Lainnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:36 WIB

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Berita Terbaru