Sitaro, TRIBRATA TV
Sebuah arah baru dalam pembinaan olahraga Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mulai terbentuk. Rapat kerja bersama Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) yang sedianya digelar rumah Keluarga Tumbio Kalangit, Selasa (22/7/2025), menandai langkah awal dari peran strategis Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M. sebagai Caretaker Ketua KONI Kabupaten Sitaro.
Penunjukan Kalangit sebagai pejabat sementara ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Utara No: 09 Tahun 2025, yang secara langsung menempatkan kepala daerah dalam peran sentral kepemimpinan olahraga tingkat kabupaten.
Dalam sambutannya, Kalangit menyampaikan harapan dan komitmennya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. “Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan ini. Tugas ini bukan sekadar amanah administratif, tapi tanggung jawab moral untuk memajukan olahraga di daerah kita,” ujarnya di hadapan para pengurus Cabor.
Chyntia pun menjelaskan bahwa pengangkatan kepala daerah sebagai Ketua KONI memang menjadi arahan dari Gubernur Sulawesi Utara. “Menurut hemat Pak Gubernur, kalau kepala daerah yang menjadi Ketua KONI, pembinaan olahraga bisa lebih terarah. Baik dari sisi kepengurusan, pelatihan, maupun perhatian anggaran,” tuturnya.
Di kesempatan itu, Kalangit juga mengungkap rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua KONI definitif, yang disebutnya akan berlangsung dalam waktu dekat. Ia menyatakan kesiapannya jika kembali dipercayakan secara formal memimpin KONI Sitaro untuk masa jabatan 2025–2030.
“Sudah ada pertemuan awal dengan pengurus KONI yang lama, dan ada kesepahaman bahwa kepemimpinan KONI bisa saya lanjutkan. Tapi tentu kita ikuti mekanismenya secara utuh — prosedur, persyaratan, hingga tahapan Musda,” tegas Chyntia, yang juga menjabat sebagai Bupati aktif.
Lebih lanjut, ia menyoroti masih minimnya perhatian terhadap sejumlah cabang olahraga yang sebenarnya sudah menunjukkan prestasi. Ia mencontohkan Taekwondo, yang menurutnya “sering membawa nama Sitaro ke ajang luar daerah, namun minim perhatian dari pemerintah.”
Ia bertekad untuk mengubah paradigma tersebut. “Sekarang saya diberi tanggung jawab ini, maka sudah pasti akan saya gunakan untuk memperjuangkan hak dan kebutuhan atlet kita. Bukan hanya Taekwondo, tapi seluruh Cabor,” katanya dengan penuh semangat.
Sikap terbuka Kalangit untuk mendengar masukan dari semua pengurus Cabor juga menjadi poin penting dalam rapat tersebut. Ia menegaskan, sinergi adalah kunci jika olahraga Sitaro ingin melangkah lebih jauh, bukan hanya berpartisipasi, tapi juga berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Rapat kerja ini menjadi bukan sekadar seremonial, tapi momentum lahirnya pola kepemimpinan baru dalam tubuh KONI Sitaro — di mana kepala daerah mengambil tanggung jawab langsung, tidak hanya sebagai simbol, melainkan sebagai penggerak utama pembangunan olahraga.
Kalangan pengurus Cabor pun memberikan respons positif. Banyak yang mengaku antusias dengan pendekatan langsung dari pimpinan daerah, yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau oleh komunitas olahraga.
Dengan struktur yang kini lebih terkonsolidasi dan kepemimpinan yang memiliki akses langsung ke pengambilan kebijakan daerah, KONI Sitaro diharapkan tidak hanya lebih kuat secara organisasi, tapi juga mampu menghasilkan atlet yang membanggakan di berbagai cabang olahraga ke depan. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









