Pipa Minyak PT Vale Bocor, 3 Aliran Sungai dan Puluhan Hektar Sawah Terendam Lapisan Minyak

- Editorial Team

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luwu Timur, TRIBRATA TV

Pipa minyak milik PT. Vale di Desa Lioka Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Sulsel tiba-tiba mengalami bocor pada Sabtu (23/08/2025).

Akibat kebocoran pipa, minyak tersebut sempat meluber dan menyasar puluhan hektar lahan pertanian warga sebagian baru saja ditanami.

Informasi yang dihimpun awak media, ada 3 aliran sungai yang dipastikan tercemar tumpahan minyak yakni Sungai Koro Tabarano, Koro Lioka dan Koro Molindowe.

Hingga memasuki hari ke 5 pada Rabu (27/08/2025) pasca kebocoran pipa PT Vale, sedikitnya 60 warga Dusun Malindowe Desa Lioka diberdayakan untuk membersihkan sawah dan aliran sungai yang sudah tercemar rembesan minyak.

Sementara itu warga menyebutkan sudah ada puluhan ton minyak yang dikuras dari aliran sungai dan areal persawahan warga hingga pada hari Rabu (27/08/2025).

TONTON VIDEONYA

Hingga saat ini upaya pemulihan pasca kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, terus dilakukan.

Kepala Desa Lioka, Yuliana, S saat dikonfirmasi pada Rabu (27/08/2025) menjelaskan, sedikitnya 60 warga turun membersihkan area pengairan, persawahan, dan aliran sungai yang terdampak rembesan minyak.

BACA JUGA  Desa Kalatiri Luwu Timur Salurkan BLT pada 86 KPM

“Ini sudah kejadian yang ke 3 kalinya dan di tempat yang sama,” tutur warga.

Warga yang terlibat dalam pembersihan ini merupakan masyarakat Desa Lioka yang diberdayakan PT Vale dengan sistem insentif harian. Mereka ditugaskan membersihkan lapisan minyak yang mencemari irigasi dan persawahan menggunakan alat berupa ember dan jerigen untuk menimba lapisan minyak.

Minyak yang dikuras tersebut selanjutnya dikumpulkan dalam wadah yang sudah disiapkan lalu diangkut menggunakan truck tangki ke lokasi pabrik perusahaan tambang nikel tersebut.

Sementara Kapala Dusun Malindowe Yusperlin, menyebutkan lapisan minyak yang menggenangi aliran sungai hingga ketebalan 15 centimeter.

Lapisan minyak yang berwarna hitam kecoklatan berdasarkan informasi sumber terpercaya diduga mengandung zat kimia HSFO (High Sulphur Fuel Oil). Zat ini adalah bahan bakar residu hasil penyulingan minyak mentah dengan kandungan sulfur yang tinggi.

Berikut beberapa kandungan kimia dan karakteristik HSFO ¹:
– Kandungan Sulfur: HSFO memiliki kandungan sulfur tinggi, yaitu maksimum 3,5% hingga 5% tergantung pada jenis HSFO 180 atau HSFO 380.

  • Viskositas: HSFO memiliki viskositas kinematik yang tinggi, yaitu maksimum 180 cst atau 380 cst pada temperatur 50°C.

  • Berat Jenis: HSFO memiliki berat jenis maksimum 991 kg/m³ pada 15°C.

  • Residu Karbon: HSFO memiliki residu karbon maksimum 16% hingga 20% tergantung pada jenis HSFO.

  • Kandungan Abu: HSFO memiliki kandungan abu maksimum 0,10% hingga 0,15% tergantung pada jenis HSFO.

  • Kandungan Air: HSFO memiliki kandungan air maksimum 1,0%.

  • Vanadium: HSFO memiliki kandungan vanadium maksimum 200 mg/kg hingga 300 mg/kg tergantung pada jenis HSFO.

  • Aluminium+Silikon: HSFO memiliki kandungan aluminium+silikon maksimum 80 mg/kg.

BACA JUGA  Ngaku Wartawan, Rusli Gondrong Intimidasi Wartawan, Diduga Beking Tambang Ilegal

Sementara itu, pihak PT. Vale saat ini telah mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan.

Upaya itu untuk menghentikan aliran pada pipa dan membersihkan area terdampak, melakukan perbaikan dan pemulihan operasi dalam waktu segera.

Namun hingga di hari kelima ini publik masih menunggu keterbukaan informasi. Sayangnya baik pihak PT Vale maupun pemerintah belum juga membeberkan data resmi terkait insiden kebocoran, mulai dari volume minyak yang tumpah, jenis minyak, hingga luas area yang tercemar.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Pimpin Apel Kebangsaan Tiga Pilar Jelang Idul Fitri

Diketahui saat ini ada 11 titik terdampak penanggulangan dan pengendalian rembesan minyak yang mengaliri 6 desa. Terpantau pada titik 1-7 masih terdapat rembesan dan dilakukan pengendalian meliputi Desa Lioka, Desa Wawondulah, Desa Baruga Desa Langkea Raya Desa Matompi dan Desa Timampu di kecamatan Towuti.

Atas kejadian ini membuat sejumlah pemerhati lingkungan menilai, pelibatan warga dalam pembersihan memang positif, namun tidak boleh mengaburkan kewajiban perusahaan untuk membuka data, melakukan uji laboratorium independen, serta memberikan jaminan pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. (Mulyadi)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka
Pria Bugil yang Viral Terima Pesanan Online Diberi Pembinaan

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43 WIB

Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Terbaru

Peristiwa

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Senin, 20 Jul 2026 - 14:37 WIB