Madina, TRIBRATA TV
Sejumlah warga beberapa desa yang dilintasi aliran Sungai Ranto Puran mengeluh karena merasa gatal-gatal usai menggunakan air sungai untuk mandi, Selasa (27/8/2024).
Terkonfirmasi pengguna aliran Sungai Ranto Puran Gunung Tua Raya meliputi Desa Gunung Tua Julu, Jae, Tonga, Gunung Tua Lumban Pasir dan Gunung Tua Jae di Kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.
Warga pengguna air dari sungai tersebut menderita gatal-gatal usai menggunakan aliran air tersebut. Warga mempergunakan air sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus.
Goeswara (45) warga Desa Gunung Tua Jae yang menggunakan air dari sungai tersebut membenarkan ia merasakan gatal setelah mandi sore tadi sekitar pukul 15:00 Wib.
“Bukan hanya saya namun beberapa warga lainnya juga merasakan hal yang sama”, ucapnya di pinggir sungai Ranto Puran, Selasa, (27/08/2024).
Dikatakan Goeswara, ia sudah menyampaikan hal itu kepada Kepala Desa Gunung Tua Jae dan ternyata Kades juga merasakan hal yang sama.
Demikian juga dikatakan warga lainnya, Hendra Nasution. Ia mengatakan hal yang sama yakni merasakan gatal setelah mandi pada pukul 17:00 Wib di kamar mandi Mesjid Istiqomah Gunung Tua Jae.
Diketahui sumber air Mesjid Istiqomah diambil dari aliran Sungai Ranto Puran.
“Bahkan belum usai mandi sebagian warga sudah merasakan gatal”, ujarnya.
Menurut Goeswara, ia sudah menyampaikan kepada kepala desa untuk melakukan penyisiran ke hulu sungai agar mengetahui sumber penyebab air sungai jadi gatal.
“Biasanya, aliran sungai terasa gatal disebabkan ada buah pohon aren yang tumbang di hulu sungai disebabkan terkelupas atau juga diduga disengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Buah pohon aren ini sangat rentan dengan menyebabkan gatal akibat getahnya,” terangnya.
Goeswara mengaku bersama beberapa warga lain sudah melakukan penyisiran namun tidak menemukan adanya pohon aren yang tumbang yang terendam di hulu Sungai Ranto Puran sekitarnya jembatan gantung (rambin) Gunung Tua Julu.
Sementara Kepala desa Gunung Tua Lumban Pasir, Zulham Riad yang dikonfirmasi mengaku warganya tidak merasakan gatal.
Selanjutnya Adam warga Desa Sopo Batu yang merupakan warga paling hulu aliran Sungai Ranto Puran sebelum ke Gunung Tua Raya juga mengatakan tidak ada warga di sana yang merasakan gatal.
Warga pun memperkirakan sumber penyebab gatal tersebut tidak berada di hulu sebab warga Gunung Tua Lumban Pasir tidak merasakan gatal.
“Kami akan melanjutkan penyisiran kembali esok hari, karena hujan deras hingga malam ini membuat kami tidak kuat lagi melakukan pencarian” tandasnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









