Simeulue, TRIBRATA TV
Bertahun tahun jalan dan jembatan di Simeulue, Aceh terkesan terabaikan dan belum mendapat perbaikan dari Pemerintah Propinsi Aceh.
Diketahui, sejumlah ruas jalan Propinsi di Pulau Simeulue baik di kota apa lagi di pedesaan mengalami kerusakan yang cukup parah yang hingga saat ini belum pernah tersentuh perbaikan.
Hal ini sudah menjadi rahasia umum karena menjadi pembicaraan hangat di kedai-kedai kopi hingga group sosmed.
Baru-baru ini viral diberbagai sosmed, video yang menunjukkan sejumlah warga Desa Langi Kecamatan Alafan menarik truk angkutan barang yang ‘nyangkut’ di jembatan darurat.
TONTON VIDEONYA:
Truk ini berangkat dari Kota Sinabang menuju Kecamatan Alafan namun tak bisa melewati jembatan darurat yang ambruk. Jembatan ini dibangun dari batang pohon kelapa oleh warga karena jembatan permanen rusak namun hingga kini tak diperbaiki.
Kadis PUPR Kabupaten Simeulue, Julfata
mengatakan jalan yang rusak itu merupakan jalan propinsi.
“Itu jalan propinsi, kita dari kabupaten tidak bisa memperbaiki, kpasitas kami hanya sebatas mengajukan untuk mendapat perbaikan. Sudah berkali-kali kami ajukan hal tersebut ke pihak terkait melalui Kasie Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah IV Dinas PUPR Propinsi Aceh, namun sayangnya hingga saat ini kami belum mendapat respon positif,” kata Julfata, Kamis (19/09/2024)
Melalui pesan WA, ia menyindir Pemerintah Propinsi Aceh, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta izin pada Dinas PUPR Propinsi untuk memperbaiki jalan itu
Menurutnya, Pj Bupati T Reza Fahlevi sudah turun keliling jalan lingkar Alafan dan mengetahui kondisi jalan di beberapa desa tersebut. “Pj Bupati sangat mendukung perbaikan jalan itu dianggarkan pada APBK-P 2024 karena ruas jalan seperti ini yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,”tegasnya.
Ia berharap bisa kerja sama dengan TNI melalui TMMD sehingga jalan itu bisa segera ditangani atas persetujuan Propinsi.
“Ya kami juga dalam APBK-P 2024, merencanakan akan ikut menangani dengan meminta izin Propinsi Aceh, melalui kerjasama dengan TNI dalam skema TMMD,” tuturnya.
Sementara seorang aktivis di Simeulue mengaku miris melihat infrastruktur di kabupaten kepulauan itu.
“Sudah bertahun- tahun jalan ini rusak dan tak kunjung diperbaiki, kalau lagi musim kemarau masih enak jalannya,paling hanya sebatas debu saja, yang parah kalau musim hujan, lubang-lubang tidak ketahuan adanya, sehingga terkadang jalan ini memakan korban seperti yang terlihat di video yang viral kemarin,” katanya.
Sedang seorang pengguna jalan mengatakan jalan ini sudah bertahun-tahun gak ada bagusnya. “Yang bikin kasian itu kalau anak-anak sekolah pas musim hujan lagi, disitu sering saya lihat mereka berjatuhan, tapi mau apa dikata sudah jadi fenomena menarik di Kecamatan Alafan yang tidak pernah mendapat infrastruktur yang baik, kami merasa dianak tirikan,” bebernya.
Herizal, Camat Alafan yang dihubungi mengatakan awalnya jembatan itu dibangun pemerintah, namun karena hujan membuat jembatan Nangli ambruk sejak tahun 2023. “Atas gotong royong bersama warga membuat jembatan dari bahan apa adanya dan baru-baru ini bibir Jembatan semakin lebar hingga ambruk lagi,” katanya.
Sementara itu Kasie Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah IV Dinas PUPR Propinsi Aceh, Safrijal ST yang dihubungi mulai pagi dan hingga berita ini turun belum merespon konfirmasi yang dikirim.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









